Lebong – Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Lebong menggelar upacara adat Tepung Bumai Kedurai Agung yang berlangsung khidmat di sisi Sungai Ketahun, Desa Tunggang, Kecamatan Lebong Utara, Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kegiatan sakral tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lebong H. Azhari, SH, MH, Wakil Bupati Bambang Agus Suprabudi, S.Sos., M.Si, mantan Bupati Lebong periode 2005–2010 Drs. Dalhadi Umar, B.Sc, unsur Forkopimda, serta sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebong. Turut hadir pula Ketua BMA Kabupaten Lebong Ariyanto beserta jajaran pengurus Serta Masyarakat Setempat.
Rangkaian acara berlangsung sukses, penuh kekhidmatan, dan sarat nuansa kekeluargaan. Prosesi diawali dengan penyambutan Bupati dan rombongan menggunakan tradisi khas Suku Rejang, dilanjutkan dengan ritual Tepung Setawar Sedingin sebagai bagian dari rangkaian Kedurai Agung.
“Kedurai Agung bukan hanya milik masyarakat Tunggang atau Muara Aman, tetapi seluruh masyarakat Lebong. Melalui kegiatan ini, kita memohon ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan, baik dari masyarakat maupun pemerintah,” ujar Ariyanto.
Ia juga menambahkan, ritual ini menjadi sarana untuk menyampaikan permohonan maaf kepada para leluhur Suku Rejang atas segala kekhilafan, baik yang dilakukan secara individu maupun kelompok.
“Jika ada hal yang tidak berkenan bagi para leluhur, melalui Kedurai Agung ini kita bersama-sama memohon maaf,” tambahnya.
Dipilihnya Desa Tunggang sebagai lokasi pelaksanaan Kedurai Agung bukan tanpa alasan. Hal ini mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Lebong Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Rejang. Desa Tunggang dinilai masih kuat dalam memegang teguh nilai dan aturan adat yang berlaku.
“Tunggang masih konsisten menjalankan hukum adat yang telah diwariskan secara turun-temurun,” jelas Ariyanto.
Ke depan, ia berharap seluruh elemen masyarakat Lebong dapat terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat di tengah arus modernisasi, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.
Sementara itu, Bupati Lebong H. Azhari, SH, MH menyambut baik pelaksanaan ritual tersebut. Ia menegaskan bahwa Kedurai Agung merupakan bentuk nyata rasa syukur sekaligus upaya pelestarian budaya dan adat istiadat masyarakat Rejang.
“Hari ini kita bersatu, berdoa bersama agar Kabupaten Lebong senantiasa terhindar dari bencana,” ungkap Azhari.
Sebagai informasi, Kedurai Agung merupakan ritual adat turun-temurun masyarakat Suku Rejang di Provinsi Bengkulu, termasuk di Kabupaten Lebong. Ritual ini menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki, kesehatan, dan hasil panen, serta dipercaya mampu menolak bala dan musibah. (Aan)









