Emwan, kepala bidang perencanaan Dinas Dikbud BU, main hp android/firman.sahabatrakyat.com
Emwan, kepala bidang perencanaan Dinas Dikbud BU, main hp android/firman.sahabatrakyat.com

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Pesatnya kemajuan teknologi informasi (TI) saat ini bukan lagi berita baru. Hal ini ditandai dengan makin banyaknya warga yang melek internet dan mengakses berbagai informasi dari dunia maya, baik lewat komputer (laptop atau pc), maupun dengan media hp.

Kementerian Komunikasi dan Informatika, dalam portal resmi kominfo.go.id, menyatakan pengguna internet di Indonesia hingga saat ini telah mencapai 82 juta orang. Dengan capaian tersebut, Indonesia berada pada peringkat ke-8 di dunia. Indonesia kini urutan keempat dunia sebagai negara dengan warga paling banyak mengakses media sosial facebook.

Kemajuan TI juga telah mendorong tumbuh suburnya media online, seperti portal berita. Media online adalah generasi ketiga dalam perkembangan jurnalistik, yaitu setelah jurnalistik cetak (print journalism) seperti surat kabar, majalah, tabloid dan jurnalisik elektronik seperti televisi dan radio.

Karena itu, keberadaan media online kini tidak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi di awal-awal kehadirannya media online menjadi pilihan publik ketika media cetak dan elektronik tak bisa atau dipaksa tak bisa menginformasikan peristiwa-peristiwa yang dianggap mengancam penguasa. Di Indonesia, media online menjadi pilihan akses informasi menjelang berakhirnya era pemerintahan Orde Baru.

Informasi yang tak kalah menarik perhatian publik adalah skandal Presiden AS Bill Clinton dan Monica Lewinsky. Sebelum heboh di televisi dan koran-koran, skandal ini sudah lebih awal diberitakan oleh media-media online pada awal Januari 2008.

Meski kemajuan TI dan mendia online sudah begitu pesat, masih ada saja yang tak mengakuinya. Ironisnya, sikap itu ditunjukkan oknum pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Utara bernama Emwan, kepala bidang perencanaan. Kepada sejumlah awak media online yang bertugas di wilayah BU, Emwan terkesan meremehkan peran dan eksistensi media online.

“Aponyo kamu orangko kular kilir – kular kilir, mano beritanyo? Media oline tu idak dibaco orang, seperti bapak sayo, datuk sayo cak mano nak bacanyo’ jangankan bapak sayo nak buka hp macam itu sayo ajo pake hp odong-odong,” ungkap awak media menirukan Emwan. Emwan bahkan meminta dibelikan hp android kepada salah satu media online agar bisa akses berita.

sahabatrakyat.com yang bermaksud mengkonfirmasi tak sengaja melihat Emwan tengah memainkan jari-jemarinya di HP android-nya. Karena sudah tak respen dengan media online, sahabatrakyat.com mencoba menemui Plt Kepala Dinas Dikbud BU Eka Heryadi. Ketika ditemui Eka Heryadi meminta agar hal itu tak diberitakan. “Jangan dibuat berita, biar nanti saya panggil,” pinta Eka.

Penulis: MS Firman
Editor: Jees