
REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com- Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong (RL) Rabu, 08 Juni 2022, menggelar kegiatan rembuk stunting tahun 2022.
Kegiatan yang dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, Ketua TP PKK, Ketua GOW serta para kepala OPD, Kades dan Lurah tersebut dipusatkan di Gedung BLKM Cawang dengan mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Rejang Lebong Menjadi Generasi Bebas Stunting Untuk Rejang Lebong Bercahaya”.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun komitmen bersama antar lintas sektor dalam upaya penanganan serius stunting di wilayah tersebut. Apalagi diketahui saat ini angkat stunting di Rejang Lebong hingga akhir 2021 lalu masih mencapai 2,5 persen dari jumlah bali atau sekitar 194 orang dan tersebar di 156 desa kelurahan yang ada.
Bupati Rejang Lebong Syamsul Effendi mengungkapkan Rembuk Stunting adalah sebuah kondisi gagal tumbuh tubuh dan otak pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.
“Permasalahan stunting ini harus ditangani secara serius dan melibatkan banyak pihak, kegiatan rembuk hari ini guna menentukan langkah setrategis dalam pengentasan persoalan stunting yang kita akui masih ada di wilayah kita, kalau kita tidak tangani serius kasihan generasi kita ke depan, akibat dari stunting anak-anak mengalami pertumbuhan yang lambat secara fisik dan berfikir, dan ini disebabkan oleh asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi,” ungkap Syamsul.
Rembuk Stunting yang dilaksanakan hari ini lanjut Syamsul akan membahas masalah-masalah teknis guna percepatan penanganan pengentasan stunting, mulai dari langkah-langkah konkrit hingga penanganan di lapangan. Seperti pengawasan, pendataan dan penelusuran kembali ke desa dan kelurahan guna memastikan ada atau tidak adanya lagi anak-anak yang stunting.
“Program ini program pusat yang diturunkan ke daerah, hingga kita tindaklanjuti, saya selaku Bupati, berserta pejabat yang lain tentu siap menindaklanjutinya dan bertanggungjawab untuk mengentaskan stunting ini, salah satunya seperti yang dilakukan hari ini membahas langkah-langkah setrategis secara bersama untuk pengentasan permasalahan stunting di Rejang Lebong,” jelasnya.
“Saya juga minta kepada seluruh masyarakat untuk ikut aktif menyampaikan jika ada anak-anak yang mengalami stunting atau terindikasi stunting kepada petugas atau Puskesmas agar bisa segera ditindaklanjuti,” terangnya.

Kadis Kesehatan RL Syafawi menambahkan dengan dukungan Bupati, Wakil Bupati RL beserta semua pihak yang terkait, dirinya meyakini persoalan stunting di RL dapat teratasi hingga cita-cita ke depan masyarakat RL yang bercahaya, generasi penerus yang bercahaya bisa terwujud.
“Melihat yang terlibat hari ini, serta dukungan dari Bupati, Wakil Bupati beserta komitmen semua lini tentu kita sangat optimis persoalan stunting di Rejang Lebong teratasi semua,”tambah Syafawi.
Sementara itu Lisa Pitrianti selaku Kabid BinKesmas Dinkes RL menerangkan terkait data jumlah stunting di RL hingga akhir 2021 sebanyak 194 orang atau 2,5 persen dari 14.800 jumlah balita yang ada, jumlah tersebut tersebar disejumlah desa dan kelurahan yang ada di 15 Kecamatan, sedangkan terbanyak ada di Kecamatan Kota Padang yakni 30 anak.
“Hingga akhir tahun 2021 jumlah stunting masih 194 orang atau 2,5 persen dari jumlah balita yang ada, terbanyak ada di Kota Padang, saat ini kami tengah fokus penanganannya di 20 desa dan kelurahan dan hasilnya ada penurunan hingga akhir Mei 2022 menjadi 1,2 persen dari 14.800 balita,” tambahnya.
Berdasar pantauan, selain pelaksanaan rembuk, diakhir acara dilakukan penandatanganan komitmen bersama dalam penanganan dan pengentasan stunting di wilayah tersebut, dimulai dari Bupati, Wakil Bupati beserta Forkopimda, diiringi Ketua TP PKK, Ketua GOW, para kepala OPD terkait. Tak hanya itu dalam kegiatan itu pula dilaksanakan pembacaan pernyataan sikap bersama dalam penanganan stunting.(brn)








