Ilustrasi Inflasi
Ilustrasi Inflasi

BENGKULU, sahabatrakyat.com– Naiknya harga-harga sejumlah komoditas seperti BBM, beras, minyak goreng, dan rokok, telah memacu kenaikan inflasi di Bengkulu. BPS Bengkulu merilis, tingkat inflasi Bengkulu pada bulan Januari 2023 sebesar 6 persen. Inflasi year on year (yoy) Kota Bengkulu sebesar 6,00 persen ini dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 113,88.

Inflasi yoy tertinggi terjadi di Kotabaru sebesar 7,78 persen dengan IHK sebesar 119,97 dan terendah terjadi di Sorong sebesar 3,23 persen dengan IHK sebesar 112,02.

Jika dibanding dengan tingkat inflasi tahun lalu atau tingkat inflasi dari tahun ke tahun, inflasi tahun 2023 sebesar 6,00 persen jauh lebih tinggi dari bulan Januari 2022 yang sebesar 2,57 persen.

Laju inflasi tahun kalender Januari 2023 sebesar 0,62 persen lebih tinggi dari bulan Januari 2022 dengan laju inflasi sebesar 0,54 persen. Begitu juga dengan inflasi bulan Januari 2023 sebesar 0,62 persen, lebih tinggi dari bulan Januari 2022 dengan inflasi sebesar 0,54 persen.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu menjelaskan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,76 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,21 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,30 persen.

Lalu, kenaikan pada kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 4,79 persen; kelompok kesehatan sebesar 5,36 persen; kelompoktransportasi sebesar 13,56 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,43 persen.

“Termasuk kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 5,53 persen; kelompok pendidikan sebesar 3,26 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 5,77 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,98 persen,” terang Win Rizal dalam rilisnya.

Win Rizal menambahkan, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Januari 2023, antara lain: bensin, rokok kretek filter, beras, minyak goreng, mobil, solar, kue kering berminyak, tarif kendaraan travel, rokok putih dan pemeliharaan/service.

Sementara komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, daging sapi, udang basah, semangka, tempoyak, baju muslim wanita, ikan dencis, jeruk, dan laptop/notebook.

Sementara beberapa komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada Januari 2023, antara lain: rokok kretek filter, beras, sepeda motor, mie, tarif dokter spesialis, bawang merah, bakso siap santap, kontrak rumah, cat tembok, dan obat dengan resep.

“Sementara pengendali besarnya inflasi dipengaruhi dengan turunnya harga daging ayam ras, angkutan udara, bensin, cabai merah, bayam, wafer, popok bayi sekali pakai/diapers, telur ayam ras, jeruk, dan sabun cair/cuci piring,” katanya. (JF)