ilustrasi pjs kades

LEBONG, sahabatrakyat.com– Diduga tak mengindahkan amanah Bupati Lebong, Kopli Ansori, kinerja Pjs Kades di salah satu desa di Kecamatan Lebong Tengah, menuai kritik. Kritik terutama ditujukan terhadap proses pengangkatan perangkat desa dan pelaksanaan program MT2 di desa tersebut yang dinilai janggal.

Domer, seorang tokoh muda di Lebong Tengah kepada sahabatrakyat.com mengungkapkan bahwa ada indikasi pjs Kades tidak mengindahkan ketentuan tentang pengangkatan perangkat desa. Ia menduga, selain ada perangkat desa yang tak memenuhi batas usia maksimal, ada juga yang tak memenuhi syarat minimal pendidikan formal.

Bahkan, kata Domer, beberapa perangkat desa masih terbilang punya hubungan darah dengan pjs kades. “Ada anak kandung dan menantu. Bakan ada yang domisilinya di luar desa,” ujar Domer.

“Apakah hal semacam ini patut kita biarkan terus menerus?Apakah tindakan melabrak aturan dan regulasi sama sekali tidak ada sanksi? protes Domer.

Sementara terkait program Pemkab Lebong, Domer menyebut ada persoalan pada pelaksanaan program MT2. Ia menyebut, kurang maksimal mulai dari data awal yang ikut menggarap sampai prosesnya terkesan hanya menguras DD yang sudah dianggarkan.

“Asal ikut program bupati. Asal bapak senang. Begitu juga terkait penyaluran pupuk bantuan dari Dinas Pertanian ke warga yang ikut penggarap sawah pada masa MT2. Diduga pupuk bantuan tersebut hanya disimpan di rumah perangkat dan tidak disalurkan ke petani penggarap sawah,’ bebernya.

Tak sampai di situ. Domer juga mengungkap kabar miring soal dugaan oknum aparat yang terkesan punya kolusi dengan Pjs Kades. “Ada cerita lucu dimana pemilik toko bangunan menagih belanja semen yang dihutang oleh oknum tersebut untuk kegiatan di desa itu. Dan masih banyak kekeliruan yg perlu diluruskan lagi termasuk tertib administrasi dan manajemen desa,” tandas Domer.

Sayangnya, oknum Pjs Kades yang dimaksud Domer belum memberi tanggapan atas kritik tersebut. Setidaknya dua kali disambangi ke kediamannya, ia tak ada di tempat. Bahkan saat terhubung ke nomor ponselnya, yang bersangkutan tidak menjawab. Ia juga tak merespon pesan singkat permohonan konfirmasi. Malah memblokir nomor panggilan WhatsApp. (Sumitra Naibaho)