Pemkot Bengkulu Gencarkan Program Pencegahan Stunting, Wawali Ronny: Edukasi Dimulai Sejak Calon Pengantin

BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus memperkuat langkah konkret dalam upaya menekan angka stunting di daerah.
Wakil Wali Kota (Wawali) Bengkulu, Ronny P. L. Tobing, menyampaikan bahwa berbagai program kini digerakkan secara berkelanjutan untuk melindungi anak-anak dari risiko stunting sejak dini.

“Sekarang kita sudah mulai terus melakukan tindakan-tindakan untuk mengurangi anak-anak yang berisiko stunting,” ujar Ronny, Kamis (23/10/2025).

Menurut Ronny, Pemkot Bengkulu menggandeng berbagai pihak, termasuk masyarakat dan para donatur, melalui program Orang Tua Asuh.
Program ini memastikan anak-anak berisiko stunting mendapatkan dukungan gizi dan pendampingan yang memadai.

“Sudah terus kita cari donatur-donatur dan orang tua asuh untuk menekan jumlah anak yang berisiko stunting ini. Usaha ini terus kita lakukan,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Bengkulu juga mengintegrasikan upaya pencegahan stunting ke dalam program Nikah Balai Gratis, yang selama ini dikenal sebagai layanan sosial unggulan bagi masyarakat.
Program tersebut tidak hanya memfasilitasi pernikahan gratis, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi calon pengantin agar memahami pentingnya gizi dan kesehatan sejak sebelum menikah hingga masa kehamilan.

“Kita sudah melakukan program mulai dari calon pengantin sampai nanti dia menikah dan hamil. Kita memberikan edukasi bagaimana menjaga kesehatan dan mengatur pola makan bergizi agar calon ibu dan anak nantinya sehat,” terang Ronny.

Ia menegaskan bahwa Pemkot Bengkulu tidak sekadar melakukan pengawasan, tetapi lebih menekankan pada pendidikan dan pendampingan masyarakat agar sadar pentingnya pencegahan stunting.

“Bukan pengawasan, tapi kita memberikan edukasi dan masukan-masukan agar mereka terlepas dari risiko stunting. Pemkot juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berkonsultasi, bertanya, atau mendekat agar bisa bersama-sama mencegah bahaya stunting,” pungkasnya. (**)