KEPAHIANG — Ironi tragis menimpa program unggulan pemerintah. Hanya berselang dua hari setelah pergantian Kepala Badan Gizi Nasional, sebanyak 15 siswa di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, dilaporkan mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (4/6/2026).
Insiden ini langsung menjadi sorotan tajam, mengingat program nasional ini tengah berada dalam masa transisi kepemimpinan pusat.
kapolres Kepahiang, AKBP Yuriko Fernanda, membenarkan adanya peristiwa medis darurat tersebut. Berdasarkan data awal pihak kepolisian, tercatat belasan anak mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan yang dibagikan.
“Ada 15 siswa dan 1 penjaga sekolah yang terkonfirmasi terkontaminasi setelah mengonsumsi makanan dari program MBG tersebut,” ujar AKBP Yuriko Fernanda saat memberikan keterangan kepada media, Kamis (4/6).
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan investigasi lebih lanjut dan mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna memastikan zat kontaminan yang menjadi penyebab utama keracunan.
Merespons kejadian ini, publik mempertanyakan langkah tegas dari otoritas pendidikan setempat, khususnya terkait operasional dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) MBG yang menyuplai makanan tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kepahiang, Dr. Nining Fawely Pasju, S.Pt MM, melalui Kabid PTK, Lia Febriani, SE, memberikan klarifikasi terkait posisi kelembagaan mereka. Saat disinggung mengenai desakan untuk merekomendasikan penutupan sementara dapur SPPG MBG demi keselamatan siswa, Lia menegaskan bahwa kewenangan tersebut bukan berada di tangan Dinas Dikbud.
“Untuk prihal rekomendasi penutupan dapur mbg bukan wewenang kami ya” Jelasnya
diketahui bahwa 16 korban keracunan ini masuk ke puskesmas kelobak berasal dari SD 18 kepahiang. (SP)








