LEBONG – Pascabencana banjir yang melanda Kabupaten Lebong, Pemerintah Kabupaten Lebong terus berupaya mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak. Banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Air Ketahun tersebut telah merendam 7 kecamatan dan 18 desa, serta mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum, termasuk jembatan gantung yang menjadi akses vital masyarakat.
Bupati Lebong, H. Azhari sebelumnya telah mengusulkan rehabilitasi terhadap 13 jembatan gantung yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir. Usulan tersebut mendapat respons positif dari Kodim 0409/Rejang Lebong yang siap melakukan fasilitasi dan koordinasi pelaksanaan rehabilitasi.
Keberadaan jembatan-jembatan gantung tersebut sangat penting karena menjadi penghubung utama aktivitas masyarakat, mulai dari akses pendidikan, pertanian, hingga kegiatan ekonomi warga di berbagai wilayah Kabupaten Lebong.
Kabar baiknya, dari total 13 jembatan gantung yang diusulkan untuk direhabilitasi, dua unit jembatan akan mulai dibangun pada bulan Juni 2026. Kedua jembatan tersebut berada di wilayah Pelabuhan Talang Leak, Kecamatan Bingin Kuning, dan Desa Tik Sirong, Kecamatan Topos, Kabupaten Lebong.
Pembangunan tahap awal ini menjadi langkah konkret dalam mempercepat pemulihan akses masyarakat pascabencana sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah yang selama ini terdampak akibat kerusakan infrastruktur.
Bupati H. Azhari menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam percepatan rehabilitasi infrastruktur di Kabupaten Lebong. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
“Pembangunan dan rehabilitasi jembatan gantung ini sangat dinantikan masyarakat. Dengan kembali berfungsinya akses penghubung antarwilayah, aktivitas warga dapat berjalan normal dan roda perekonomian masyarakat dapat kembali bergerak,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lebong berkomitmen untuk terus mengawal proses rehabilitasi hingga seluruh jembatan yang terdampak dapat kembali digunakan secara aman dan layak oleh masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemulihan menyeluruh pascabencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Lebong beberapa waktu lalu.
Dengan dimulainya pembangunan dua jembatan gantung pada Juni 2026, masyarakat berharap proses rehabilitasi 13 jembatan yang diusulkan dapat berjalan sesuai rencana sehingga akses transportasi dan mobilitas warga kembali pulih secara optimal. (Aan)









