Ketua Umum KAGAMA H. Ganjar Pranowo, SH, M.ip yang juga menjabat sebagai Gubernur Provinsi Jawa Tengah melantik Pengurus KAGAMA Prov Bengkulu/foto Media Center Pemprov Bengkulu

BENGKULU– Keluarga Alumni Gadjah Mada menggelar Seminar Nasional bertajuk Komitmen Pemerintah Daerah Dalam Mewujudkan Tata Laksana Pemerintahan yang Baik. 
Seminar ini menghadirkan Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dan mengundang Guru Besar Magister Administrasi Publik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Wahyudi Kumorotomo, sebagai pembicara.

Dalam kesempatan ini Rohidin Mersyah menyampaikan tiga fungsi pemerintah: fungsi regulasi, mengeluarkan dan mengawal sebuah regulasi, pemberdayaan dan pelayanan yang harus berjalan secara besinergi.

Pembangunan infrastruktur strategis daerah menjadi point utama dalam rangka mendorong perekonomian dan daya saing daerah. Dikatakannya, Bengkulu harus mengembangkan pelabuhan dan bandara sebagai infrastuktur strategis daerah. 
Selain itu Bengkulu juga menggagas pembangunan moda transportasi kereta api sebagai penghubung dan membuka akses dengan provinsi tetangga.

Peran perguruan tinggi dan ikatan alumni salah satunya Kagama, melalui kajian implementatif,  kajian ekploratif pengembangan wawasan dan edukasi masyarakat sangat diperlukan untuk membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan.

Plt Gub Rohidin Mersyah yang juga Ketua KAGAMA Provinsi Bengkulu saat memaparkan pemikirannya/foto Media Center Pemprov Bengkulu

“Saya kira program-program seperti itu yang dibutuhkan daerah dan bisa diperankan alumni perguruan tinggi yang terhimpun dalam ikatan alumni, jika berkolaborasi secara keseluruhan akan sangat membantu,” ujar lulusan kedokteran hewan UGM ini.
Sementara itu, Wahyudi Kumorotomo dalam pemaparannya menjelaskan komitmen aparatur pemerintah yang belum baik terlihat dari kondisi umum pelayanan publik di Indonesia masih banyak dikeluhkan. 
Pemberian pelayanan yang diskriminatif,  transparansi pelayanan yang rendah, birokrat yang belum responsif, masih adanya sikap arogansi penyedia layanan, serta tidak adanya jaminan kepastian,  dalam aspek biaya, waktu, persyaratan dan informasi.
Mengatasi hal tersebut, dibutuhkan perencanaan daerah dengan membenahi visi dan misi yang disesuaikan dengan potensi lokal. Perlunya penegakan sanksi atas rendahnya kinerja, serta reformasi birokrasi harus terwujud dalam integritas pegawai dan budaya kerja yang kuat.

Ketua Panitia Seminar, Yuharudin, berharap melalui kegiatan ini, Keluarga Besar Alumni Gadjah Mada yang mempunyai beragam latar belakang dan profesi dapat ikut berperan dan memberikan sumbang saran guna mewujudkan pemerintahan yang baik di Indonesia.


Sumber: Rilis Media Center, Humas Pemprov Bengkulu