Bupati Kopli ‘Gedor’ Tiga Kementerian Demi Lebong

LEBONG, sahabatrakyat.com— Bupati Lebong Kopli Ansori terus berupaya untuk menarik perhatian dan dukungan pemerintah pusat melalui kementerian terkait agar mendukung dan merealisasikan program pembangunan ke Kabupaten Lebong.

Baru-baru ini setidaknya tiga kementerian ia datangi bersama sejumlah pejabat eselon
di lingkup Pemkab Lebong. Di antaranya Kementerian Dalam Negeri, Kementerian
Pertanian, dan Kementerian PUPR.

Di Kemendagri, Bupati Kopli menyampaikan persoalan tapal batas antara Lebong dan
Bengkulu Utara yang ditetapkan berdasarkan Permendagri Nomor 20 tahun 2015 merugikan masyarakat Lebong.

Dalam kunjungan di Kementerian Dalam Negeri Bupati disambut staf khusus Kemendagri
yaitu Sang Made Mahendra Jaya. Kepada Sang Made, Bupati Kopli berharap dilakukan
revisi tapal batas yang ditindaklanjuti oleh Pemprov Bengkulu dan Kemendagri.

Sementara di Kementerian Pertanian, Bupati Kopli ditemui Wakil Menteri Pertanian
Harvick Husnul Qolbi. Pertemuan ini menghasilkan beberapa hal seperti upaya
menggandeng petani milenial untuk tumbuh minat menjadi petani; Lalu untuk segera
menindaklanjuti jenis kebutuhan kegiatan seperti infrastruktur kepada Dirjen
terkait.

Poin berikut, Bupati menyampaikan agar Kementan dapat mengakomodir kegiatan
pertanian melalui DAK bidang pertanian; dan mendorong terciptanya food estate
sebagai salah satu penggerak ekonomi bidang pertanian dan berskala ekspor.

Ia juga memaparkan program peningkatan indeks pertanaman dan pembasmian hama tikus menjadi fokus peningkatan produksi sektor tanaman pangan dan akan ditindaklanjuti
kepada dirjen terkait dan juga BPTP perwakilan Provinsi Bengkulu.

Bupati juga minta agar Kementan dapat memberikan arahan daerah yang telah
melaksanakan food eatate sehingga Kabupaten Lebong dapat sharing dan belajar dengan
kabupaten tersebut.

“Dengan kondisi dimana Lebong yang belum memiliki produk beras premium, bapak bupati
berharap Kementan untuk dapat membina dan memberi bantuan RMU berteknologi sehingga dapat menghasilkan produk beras premium,” sampai Kabag Humas dan Protokoler Setda Lebong Riki Irawan.

Kemudian, Kementan juga diminta dapat mengembangkan dan menindaklanjuti program
social foresty berupa pengembangan pisang; Untuk dapat mengembangkan tanaman produk unggulan Lebong dari hortikultura yaitu jeruk dan manggis sehingga memiliki produk turunan dan pasar yg luas.

“Terakhir pak bupati juga minta Kementan bantu mengembangkan produk perkebunan
berupa pengembangan kopi dan gula aren di Kabupaten Lebong termasuk pengolahan
produk turunan dari komoditas tersebut sehingga memiliki nilai yang tinggi.

“Adapun di kunjungan ke Kementerian PUPR, lanjut Riki, adalah untuk memastikan
kegiatan infrastruktur dengan menggunakan dana DAK dapat kembali mengucur ke
kabupaten dengan pos yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya. (Mhit/ADV)