Buron Kasus Korupsi, Mantan Kades di Bengkulu Utara Dibekuk di Bekasi

 

Tersangka US (paling kiri) saat dijemput petugas Kejagung

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Kejaksaan Negeri Bengkulu Utara berhasil membekuk S alias US, tersangka kasus dugaan korupsi APBDes Karya Pelita, Kecamatan Marga Sakti Sebelat Tahun Anggaran 2017.

 

Ia diamankan pada Kamis 06 Januari 2022 pukul 17:40 WIB oleh Tim Tabur Kejaksaan Agung di tempat persembunyiannya di Perumahan Cahaya Darussalam Bekasi, Jawa Barat.

 

Pria kelahiran 25 Agustus 1972 itu  adalah buronan Kejari Bengkulu Utara berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Utara (P-8) Nomor: Print-02/N.7.12/Fd.1/11/2018 tanggal 2 November 2018 dan Nomor: Print-02A/L.7.12/Fd.1/06/2019 tanggal 19 Juni 2019.

 

“Bahwa S alias US merupakan tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Karya Pelita Kecamatan Marga Sakti Sebelat Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2017 sehingga menimbulkan kerugian sebesar Rp. 400.287.193,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI Leonard EE Simanjuntak SH MH dalam rilisnya kepada sahabatrakyat.com

 

Dijelaskan, tersangka diamankan karena ketika dipanggil sebagai tersangka oleh Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu Utara, tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut dan karenanya yang bersangkutan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) hingga akhirnya tersangka S alias US berhasil diamankan setelah pencarian diintensifkan oleh Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung.

 

“Saat ini, tersangka S alias US dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, dan selanjutnya tersangka akan diberangkatkan ke Bengkulu Utara pada Jumat 07 Januari 2022 dengan mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

 

“Melalui program Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan, kami menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” imbau Leonard Simanjuntak.