BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Perpaduan seni budaya tradisi dan modern yang apik dan menarik tersaji saat penyambutan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat berkunjung ke Bengkulu Utara dalam rangka pembagian SK Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap, Minggu (09/02/2020).

Adalah Drumband Kartika Lokananta SMA Negeri 2 Bengkulu Utara dibawah pimpinan Kepala Sekolah Drs Kaman dengan membawakan lagu daerah Bengkulu Ikan Pais dan Sanggar Seni SMKN 1 Bengkulu Utara dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah Firdaus dengan tarian sekapur sirih.

“Suatu kebanggaan dan penghormatan bagi kami selaku salah satu kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolah ini ikut ambil bagian dalam acara yang dihadiri langsung oleh Bapak Gubernur,” ucap salah satu siswi SMAN 2 Bengkulu Utara.

Drs. Kaman, Ketua Panitia pemberian pengangkatan SK GTT dan PTT yang juga Ketua MKKS SMA di Kabupaten Bengkulu Utara kepada sahabatrakayat.com, mengapresiasi penuh kebijakan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

“Mengingat, ini merupakan hal yang sangat dibutuhkan bagi tenaga pendidik non PNS di Bengkulu Utara ini. Dengan adanya pengangkatan ini dapat dipastikan sedikit memberikan ruang kesejahteraan bagi tenaga pendidik non PNS di Kabupaten Bengkulu Utara,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Gubernur Bengkulu menyampaikan SK ini didasari atas pertimbangan tanggungjawabnya sebagai gubernur terhadap perlindungan pegawai sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang ketenagakerjaan.

“Seluruh pegawai apapun statusnya yang bekerja dan mengabdikan diri dilingkungan pemerintah Porovinsi Bengkulu harus mempunyai kejelasan status, dengan kejelasan status itu maka yang bersangkutan akan mendapatkan perlindungan sebagai pegawai,” kata Gubernur.

Melalui Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Elhidayat dalam laporannya menjelaslan bahwa GTT dan PTT yang mendapat SK, merupakan hasil dari pendistribusian dari pendataan di sekolah dan verifikasi di Capdim.

Dikatakan jumlah GTT dan PTT se-Provinsi Bengkulu adalah 3.392 orang. Rinciannya: Bengkulu Utara 677 orang, Bengkulu Selatan 314 orang, Bengkulu Tengah 140, Mukomuko 459, Lebong 121, Kepahiang 168, Kota Bengkulu 551, Seluma 281, Kaur 284, dan Rejang Lebong 397 orang. (MS. Firman/ADV).