Kampanyekan Hidup Sehat, PMKRI Bagikan 300 Masker di Pantai Panjang

Kampanyekan Hidup Sehat, PMKRI Bagikan 300 Masker di Pantai Panjang

BENGKULU, sahabatrakyat.com– Tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun tampaknya masih naik turun atau pasang surut. Padahal sudah satu tahun lebih pandemi Covid-19 meneror.

“Kami menemukan masih banyak yang tidak pakai masker. Berkerumun juga,” ujar Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Cabang Bengkulu Gita Bonita Turnip usai menggelar aksi bagi-bagi masker di kawasan Pantai Panjang, Kota Bengkulu, Kamis (25/03/2021).

Bagi-bagi masker itu sendiri merupakan lanjutan dari program sosialisasi hidup sehat dan gerakan bermasker sebagai budaya yang harus menjadi gaya hidup masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian antara pengelola objek wisata, pedagang serta pengunjung terhadap penerapan protokol kesehatan.
Ini berangkat dari keprihatinan bahwasanya banyak pedagang maupun pengunjung justru belum disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan, khususnya dalam penggunaan masker,” papar Gita.

Gita mengatakan, ada 300 pcs masker KN95 yang mereka bagikan. Target utamanya adalah para pedagang. Langkah ini penting sebab wisata merupakan salah satu sektor ekonomi dan mata pencaharian warga di Kota Bengkulu.

“Kami berharap pengelola objek wisata, pedagang maupun pengunjung benar-benar disiplin menerapkan Protokol kesehatan dengan cara memakai masker dan tetap menjaga jarak” imbau Gita.

Gita menambahkan, “Disiplin dalam penggunaan masker telah terbukti mampu mengurangi resiko penularan Covid-19, sebelum kondisi benar-benar pulih, pemakaian masker harus menjadi perhatian utama apabila ingin wabah pandemi benar-benar hilang sehingga objek wisata terus dibuka seperti biasanya melihat beberapa bulan kebelakang hingga saat ini pendapatan pedagang belum juga pulih seperti sediakala karena jumlah pengunjung tidak sebanyak yang diharapkan.”

Seorang pedagang es kelapa muda bernama Dadang mengatakan, “Tahun 2021 ini sudah jarang kami dapat masker, padahal pandemi belum selesai, Keterbatasan kami para pedagang dalam memperoleh masker menjadi penyebab utama yang membuat kami tidak menggunakan masker.

Dadang menambahkan, “Tentu keadaan belum juga seperti dulu, pengunjung tidak sebanyak dulu. Penghasilan kami juga berkurang, hal itu karena orang-orang masih banyak takut dengan keramaian. Tetapi untungnya masih ada yang mau berkunjung ke pantai ini walaupun tidak seperti dulu.” (JF/rls)