Kekurangan Alat Berat, TPAS Rawan Tak Berfungsi. Bupati Syamsul Minta Dukungan BPPW Bengkulu

Bupati Rejang Lebong Syamsul Efendi saat mendandatangani pemanfaatan TPAS Jambu Keling

REJANGLEBONG, sahabatrakyat.com- Kabupaten Rejang Lebong saat ini telah memiliki Tempat Pemprosesan Akhir Sampah (TPAS) yang memiliki luas 500 km2 dengan daya tampung selama 7 tahun ke depan yang dibangun dengan dana APBN Kementrian PUPR tahun anggaran 2021 di Desa Jambu Keling Kecamatan Bermani Ulu Raya.

Hanya saja dikhawatirkan TPAS tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik lantaran tidak memiliki sarana pendukung secara maksimal. Saat ini saja di lokasi TPAS Jambu Keling hanya memiliki satu alat berat (Alber) berupa bulldozer yang digunakan setiap harinya untuk mendorong tumpukan sampah hingga bisa diproses di TPAS. Sementara 2 alber lainnya yakni excavator dan wheel loader yang juga sangat vital dalam pemrosesan sampah dalam kondisi rusak.

Seperti yang diungkapkan oleh Kadis LHKP Rejang Lebong Suherman, Senin (06/12/2021) lalu. “Kita berterima kasih sudah dibangunkan TPAS di Jambu Keling ini, namun kita memiliki kendala dalam memproses sampahnya, dimana alat berat yang kita punya dari 3 unit yang ada hanya 1 yang berfungsi saat ini yakni dozer sedangkan excavator dan wheel loader dalam kondisi rusak, padahal alber ini sangat vital fungsinya disini,”terang Suherman.

Terkait kendala yang dihadapi tersebut, disampaikan Suherman pihaknya berharap adanya dukungan baik dari Pemkab Rejang Lebong maupun pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Bengkulu untuk dapat membantu penambahan armada alber guna mendukung berfungsinya TPAS Jambu Keling secara maksimal dalam penanganan sampah.

Senada hal tersebut, Bupati Rejang Lebong Syamsul Effendi berharap agar pihak DLHKP Rejang Lebong dapat segera mengusulkan penambahan alat pendukung berupa alat berat tersebut secara resmi ke pihak BPPW Bengkulu agar dapat diadakan melalui dana APBN ditahun 2022 mendatang.

“Sebagaimana kita tahu yang berfungsi saat ini hanya satu alat beratnya, harapan kami pihak BPPW Bengkulu dapat mendukung agar kami bisa mendapatkan tambahan alat berat ini, agar keberadaan TPAS dapat berfungsi maksimal, bantu fasilitasi usulan DLHKP ke Kementrian PUPR guna mendapatkan tambahan alat berat,”sampai Syamsul.

Diakui oleh Syamsul pengadaan alat berat untuk mendukung berfungsinya TPAS Jambu Keling jika hanya berharap dari dukungan APBD Kabupaten Rejang Lebong sekarang ini sepertinya tidak akan dapat terwujud, mengingat ketersediaan anggaran yang minim. Sehingga menurut Syamsul perlu dukungan dari pihak lain seperti halnya BPPW Bengkulu.

“Kalau mengandalkan dana APBD rasanya sangat sulit sekarang ini, makanya kita minta dukungan dari pihak pemerintah pusat BPPW Bengkulu ini adalah perpanjangan tangan dari Kementrian PUPR yang ada di daerah sehingga sangat pantas dan wajar jika kita minta dukungan mereka,”ujar Syamsul.

Di sisi lain Syamsul menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Pemerintah Pusat yang telah membanguan TPAS di wilayah yang dipimpinnya saat ini, pasalnya jika tanpa dukungan pemerintah pusat sangat berat bagi daerah tersebut dapat membangun TPAS sekarang ini.”Kami berterima kasih atas perhatian pemerintah pusat, melalui BPPW Bengkulu telah membangun TPAS di sini, dan melalui DLHKP nanti tentu akan kami manfaatnya sesuai fungsinya,”sampainya.(brn)