
LEBONG, sahabatrakyat.com– Kesabaran warga di Dusun III Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, Lebong, tampaknya sudah mencapai puncaknya. Lantaran tak kunjung ada aksi nyata dari dinas terkait atas keluhan sampah yang dibuang di badan jalan dan bau busuk yang sudah menyebar ke permukiman, warga terpaksa menutup akses menuju TPA yang ada di sana.
Aksi penutupan jalan dengan memasang bambu melintang dan diberi tanda oleh warga itu berlangsung Selasa (13/09/2022) pagi. Sejumlah warga bersama-sama memasang palang bambu agar tak ada kendaraan yang melintas.
Kepala Dusun III Jeri Harnoki S. I. Pust kepada sahabatrakyat.com mengatakan, warga sudah kesal dan tak tahan lagi dengan pemandangan sampah yang dibuang begitu saja oleh petugas di badan jalan di areal TPA. Sebab jalan itu juga dilalui warga untuk akses pergi dan pulang kebun.
“Baunya luar biasa. Sudah sampai ke dapur. Kalau ada makanan berkuah, itu cepat basi dan tumbuh belatung,” ujar Jeri.

Yang membuat warga nekat memblokir badan jalan, lanjut Jeri, adalah sikap petugas yang tidak membuang sampah dengan benar. Sampah tak dibuang ke tempat yang seharusnya malah dibuang asal-asalan di badan jalan.
“Jadi bukan kami melarang truk masuk. Silakan saja. Tapi kami minta sesuai dengan SOPnya. Jangan buang di badan jalan seperti yang kami lihat sendiri. Jalan itu juga dilewati warga menuju kebun,” kata Jeri.
Menurut dia, keluhan warga soal penanganan sampah di TPA itu sudah pernah disampaikan secara resmi ke Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP). Namun, janji DLHKP untuk mengangkut sampah di badan jalan tak kunjung direalisasikan.
“Pada tanggal 14 Juli lalu untuk pertama kalinya Pemerintah Desa Air Kopras berkoordinasi dengan DLHKP. Rapat itu dihadiri langsung kepala dinas dan jajarannya yang terkait. Waktu itu alasannya eksavator rusak. Janjinya satu minggu akan ditindaklanjuti,” ungkap Jeri.

Janji DLHKP belum dipenuhi, kata Jeri, petugas kebersihan yang membawa sampah ke TPA tetap tidak membuang sampah ke tempatnya. Malah dibiarkan berserakan di badan jalan.
“Sekali lagi kami tidak melarang truk masuk ke TPA. Tapi kalau masih asal-asalan di badan jalan kami keberatan. Kami akan tutup sementara,” ujar Jeri.
Jeri menandaskan, apa yang dilakukan warga itu sejatinya adalah cara menegur pemerintah agar peduli dengan masyarakat.
“Inilah upaya kami mengetuk pintu hati Pemda Lebong. Apalagi sudah 9 tahun kami menikmati bau dan berserakannya sampah yang menggangu akses ke kebun, dan 5 tahun terakhir ini yang sangat luar biasa seolah dilakukan pembiaran dan semau sopir pengangkut sampah menurunkan sampah di jalan,” tandas Jeri.









