Lawan Covid-19, Better Home Sumbang Masker dan Hand Sanitizer Bagi Atlet Karate

Azar Zen dan karateka Gojukai usai menerima masker dan alat cuci tangan Better Home/Ist

KOTA BENGKULU, sahabatrakyat.com– Better Home Bengkulu kembali menunjukkan kepedulian dan komitmennya dalam ikut serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kali ini (03/10/2020), Owner Better Home menyasar bidang olahraga, tepatnya cabang olahraga karate di Kota Bengkulu dengan menyumbang masker dan alat pencuci tangan dan hand sanitizer bagi perguruan karate Gojukai yang beralamat di Kelurahan Timur Indah, Kota Bengkulu.

Manager Operasional Better Home, Della Tjugito, mengatakan sumbangkan itu merupakan bentuk kepedulian dalam rangka ikut serta memerangi Covid-19 di Bengkulu di masa adaptasi kebiasaan baru saat ini.

“Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa ikut mendorong memutus mata rantai penyebaran virus corona di Bengkulu. Harapan kita semua, Covid-19 ini bisa segera berakhir,” kata Della.

Della menambahkan, olah raga merupakan salah satu aktivitas yang sangat baik untuk meningkatkan ketahanan tubuh dan memang sangta dianjurkan pemerintah di masa pandemi ini.

Della

Karena itulah, tambah Della, Better Home sangat mendukung apa yang dilaksanakan perguruan karate Gojukai yang secara rutin menggelar aktivitas berlatih. “Terlebih atlet yang berlatih adalah anak-anak usia dini hingga remaja yang tak lain adalah generasi penerus,” tandasnya.

Pelatih Gojukai Azar Zen menyambut baik bantuan yang diberikan Better Home tersebut. Bantuan itu, kata Azar, memang tepat dalam upaya terus menjaga diri agar tidak terpapar virus corona.

Karateka dan orang tua yang kompak menggunakan masker bantuan Better Home/Ist

“Terima kasih Better Home atas bantuannya. Tentu ini bermanfaat sekali bagi kami, terutama para atlet karate kita yang tetap berlatih di masa pandemi Covid-19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sukses terus Better Home,” ucap Azar.

Azar mengatakan, sejak pandemi Covid-19, latihan atau aktivitas karateka Gojukai sempat berhenti. Lalu di masa adaptasi kebiasaan baru, latihan digelar hampir setiap hari.
“Karena jumlah atletnya relatif banyak, jadi kita harus membagi menjadi beberapa kelompok agar tidak berkerumun. Jadi aktivitas latihan di sini hampir tiap hari,” katanya.


Pewarta: Jean Freire