Pelaku dan Korban Prostitusi Online Bertambah

TR salah seorang tersangka kasus protitusi online masih ditahan Polres Rejang Lebong

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com- Kasus prostitusi online yang sempat viral belakangan ini di Kabupaten Rejang Lebong dengan pelaku melibatkan anak-anak masih terus dikembangkan oleh pihak penyidik Polres Rejang Lebong meski sudah ada tiga tersangka yang ditahan.

Menurut Kapolres Rejang Lebong AKBP. Puji Prayitno melalui Kasat Reskrim AKP. A. Musrin Muzani kepada wartawan di Mapolres Rejang Lebong, Jumat (12/2/2021), dari hasil pengembangan yang mereka lakukan, diketahui ada satu orang laki-laki yang merupakan teman dekat dari tersangka perempuan berinisial TT (36) yang sekarang tengah diburu dan sudah ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang).

“Sebelumnya kita sudah mengamankan 3 orang tersangka dua masih dibawah umur berinisial NS (17) warga Desa Batu Dewa Kecamatan Curup Utara, kemudian AS (17) warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Curup Tengah, serta TR (36) warga Desa Duku Ulu Kecamatan Curup Timur, saat ini kami sedang melakukan pencarian terhadap satu orang laki-laki yang merupakan teman dekat dari tersangka TT, identitas yang bersangkutan sudah kita ketahui dan sudah ditetapkan sebagai DPO,” terang Kasat.

Selain bertambahnya jumlah pelaku prostitusi online, dijelaskan Kasat pula, untuk jumlah korban hasil penyidikan yang dilakukan berdasar keterangan para tersangka ada bertambah menjadi 3 orang hingga jumlah totalnya ada 5 orang.

Hanya saja ketiga korban yang juga masih dibawah umur dan berstatus pelajar tersebut belum menyampaikan laporan resmi kepada pihaknya.

“Kalau laporan resminya belum ada, namun dari keterangan para tersangka ini kita ketahui korbannya ada 3 orang lain, dan masih bawah umur, satu diantaranya sudah putus sekolah, jadi total korban ini ada 5 orang,” sampai Kasat.

Disisi lain, Kasat juga menjelaskan jika Kamis (11/2/2021) kemarin, pihaknya telah melakukan pelimpahan tahap 2 terhadap dua tersangka yang masih bawah umur ke JPU Kejari Rejang Lebong. Kedua tersangka tersebut yakni NS (17) dan AS (17).

“Keduanya adalah anak berhadapan hukum (ABH), karena masih anak bawah umur prosesnya harus cepat kita tangani dan limpahkan, dan tadi (Kamis kemarin) tersangka berikut barang bukti sudah kita limpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Rejang Lebong,”jelas Kasat.

Sebagaimana diketahui terungkapnya kasus protitusi online melibatkan anak-anak sebagai tersangka dan juga korbannya itu bermula adanya laporan dari orang tua salah satu korban ke Mapolres Rejang Lebong pada bulan Januari lalu dimana anaknya yang baru berusia 14 tahun telah menjadi korban prostitusi online para tersangka. Bahkan korban warga Curup Tengah tersebut terakhir kali dijual oleh para tersangka melalui aplikasi mi chat (online) pada 23 Januari 2021 lalu.

Dari setiap transaksi para tersangka mendapatkan keuntungan dari 50.000-150.000 rupiah.

Ketiga tersangka dijerat oleh penyidik dengan pasal 76I juncto Pasal 88 UU 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara 10 tahun dan atau denda paling banyak Rp200 juta.(brn)