Polda Lidik Dugaan Korupsi Hibah KONI

Ilustrasi: Sejumlah atlet Bengkulu yang berprestasi di PORWIL X Sumatera saat Coffee Morning bersama Wagub Bengkulu beberapa waktu lalu.

BENGKULU, sahabatrakyat.com- Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bengkulu tengah menyelidiki dugaan korupsi dana hibah di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2020. Sejumlah pimpinan pengurus cabang olahraga termasuk KONI sudah dipanggil untuk memberi keterangan.

Kapolda Bengkulu melalui Direskrimsus Kombes Pol Dolifar Manurung SIK kepada sejumlah awak media di Bengkulu, Rabu (13/01/2021), mengatakan status perkara masih tahap penyelidikan. Karena itu, ia belum bersedia membeber proses pemeriksaan lebih jauh.

Sementara itu, dilansir RRI Bengkulu, (Rabu, 13 Januari 2021), penyidik sudah memeriksa pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bengkulu Edwar Samsi. Anggota DPRD Provinsi Bengkulu asal Dapil Kepahiang itu memenuhi panggilan sekitar pukul 09.00 WIB.

Politisi PDIP itu mengatakan, dirinya dimintai keterangan terkait indikasi korupsi dalam pengelolaan dana hibah KONI tahun anggaran 2019 terkait PORWIL dan dana bansos tahun anggaran 2020.

Beberapa hal yang disinggung dalam pemeriksaan, kata Edwar, adalah soal bonus bagi atlet dan pelatih berprestasi di PORWIL dan terkait biaya TC untuk PON Papua.

Edwar mengaku tak mengetahui banyak persoalan tersebut. Alasannya, selain dirinya baru menerima SK sebagai Pengurus Panjat Tebing Bengkulu per 27 Februari 2020, usulan anggaran yang disampaikan cabor Panjat Tebing untuk TC atletnya di Probolinggo ke KONI Bengkulu sendiri belum pernah diakomodir.


Pewarta: Jean Freire