Rejang Lebong Usulkan 17 Calon Sekolah Penggerak

Rejang Lebong Usulkan 17 Sekoalah Penggerak ke Kemendikbud dan Ristek/Foto: brn-sahabatrakyat.com

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com– Masyarakat Rejang Lebong (RL) patut berbangga dengan dunia pendidikan di wilayah tersebut. Pasalnya, sebanyak 17 sekolah akan diusulkan sebagai calon sekolah penggerak ke Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Rejang Lebong.

Kepala Dinas Dikbud Rejang Lebong Khirdes Lapendo Pasju, S.S.TP., M.Si, Rabu (28/4/2021), menjelaskan program sekolah penggerak adalah program transformasi menuju sekolah yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia sekolah, mulai dari siswa, guru, sampai kepala sekolah, guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan.

“Program Sekolah Penggerak ini bari di tahun 2021 ini dilaksanakan dan ini adalah program
dari Kemendikbud Ristek. Makanya kita ikut seleksi karena menurut kita di Rejang Lebong banyak sekolah yang memenuhi kriteria dan juga yang terpenting Pemkab mendukung penuh,” jelas Khirdes.

Program ini, lanjut Khirdes, berdasar informasi yang diterima pihaknya, akan dilakukan secara bertahap oleh Kemendikbud Ristek. Pada tahun ajaran 2021/2022, program itu melibatkan 2.500 satuan pendidikan di 34 provinsi dan 110 kabupaten/kota. Untuk Propinsi Bengkulu sendiri hanya ada 2 Kabupaten yang terpilih untuk mengikuti seleksi yakni Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Bengkulu Selatan.

“Alhamdulillah berdasar rapat dan pertemuan di Medan pada tahun 2020 yang lalu, Rejang Lebong mendapatkan program ini. Selain kita ada juga Bengkulu Selatan,” lanjutnya.

Rejang Lebong sendiri, menurut Khirdes, secara lisan telah mendapatkan informasi dari Kemendikbud Ristek di tahun 2021 ini mendapatkan kuota sebanyak 13 sekolah, baik negeri maupun swasta. Mulai dari PAUD hingga SMP.

“Tapi ini baru by WhatsApp dari pihak Kemendikbud yang menyebut Rejang Lebong mendapatkan kuota 13 yakni untuk PAUD 2, SD 7 dan SMP 4. Kita tinggal menunggu surat resminya saja lagi,” terang Khirdes.

Khirdes menjelaskan kriteria sekolah penggerak meliputi antara lain: kondisi sekolah, karakter sekolah, siswa, tenaga pengajar dan lain sebagainya.

Sedangkan keuntungan bagi sekolah diantaranya adalah peningkatan mutu hasil belajar dalam kurun waktu tiga tahun, peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru, percepatan digitalisasi sekolah, kesempatan menjadi katalis perubahan bagi satuan pendidikan lain, percepatan pencapaian profil pelajar Pancasila, mendapatkan pendampingan intensif, memperoleh tambahan anggaran untuk pembelian
buku bagi pembelajaran dengan paradigma baru.

“Kemudian kepala sekolah tidak akan dipindahtugaskan selama 3 tahun. Hal ini terkait dengan pendampingan intensif yang akan dilakukan pihak Kemendikbud. Jadi banyak sekali keuntungannya. Kita berharap Rejang Lebong mendapatkan sesuai kuota nantinya,” akhir
Khirdes.

Berdasar pantauan saat dilakukan penandatangan berita acara hasil pleno usulan perengkingan hasil penilaian yang akan dikirimkan ke Kemendikbud Ristek melalui tim penilai, Rejang Lebong mengusulkan 17 sekolah dengan rincian: PAUD ada 3, SD 9 sekolah dan SMP 5 sekolah.

Pleno usulan perengkingan itu dihadiri langsung oleh Kadis Dikbud Rejang Lebong Khirdes Lapendo Pasju dan dari Propinsi Bengkulu BPUAD Asdi Warman dan Kepala LPMP Propinsi Bengkulu Johan Ahmadi. (brn)