
REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com– Warga Kelurahan Talang Rimbo Lama, Kecamatan Curup Tengah khususnya yang tinggal di kawasan RT 1, RW 4 mulai mempertanyakan realisasi pembangunan jalan yang dijanjikan oleh Pemda Kabupaten Rejang Lebong melalui Dinas PUPR.
Terlebih lagi proyek pembangunan jalan lingkungan tersebut bersumber dianggaran APBD tahun 2021 lalu dan sudah pula ditayangkan proses dan hasil lelang di website http://lpse.rejanglebongkab.go.id. secara resmi.
Dalam website tersebut secara jelas disebutkan Pembangunan Jalan Lingkungan BTN Jalatari Jl. Padat Karya RT 1, RW 4 dengan satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Rejang Lebong dengan total nilai Rp. 382.033.249,-.
Tak hanya itu dalam website tersebut juga disebutkan jika proyek pembangunan jalan lingkungan tersebut sudah dimenangkan oleh CV Adi Setia Brother yang beralamat di Jalan Diponegoro Gang Bima nomor 06 Curup Kabupaten Rejang Lebong.
Sayangnya hingga April 2022 proyek fisik oleh Dinas PUPR tersebut tidak kunjung dilaksanakan sehingga memicu banyak pertanyaan dimasyarakat khususnya yang tinggal dikawasan RT 1, RW 4 Kelurahan Talang Rimbo Lama.
Endang Sudirman salah satu warga yang mempertanyakan jika dirinya mengetahui adanya proyek pembangunan jalan lingkungan ditempatnya sejak 2021 lalu. Sebagai warga yang memang menunggu adanya kegiatan pembangunan jalan yang lama dinanti dirinya beserta warga lain yang mengetahui hal tersebut merasa senang dan menantikan realisasi dari kegiatan itu. Apalagi informasi yang diperoleh di lokasi tersebut sempat pula dilakukan pengecekan langsung.
“Sebagai warga kami sangat senang awalnya, karena akan ada pembangunan jalan yang memang sudah lama kami tunggu, namun hingga akhir 2021 tidak ada realisasi, kami mulai bertanya-tanya, apalagi dibeberapa lokasi yang kami tahu sudah ada pekerjaan pembangunan jalan,”ujarnya.
Menurut Endang kondisi jalan di komplek perumahan tersebut sudah sangat rusak dan membutuhkan perbaikan. Komplek perumahan Jalatari sendiri lanjut Endang sudah ada sejak tahun 2003 lalu, di tahun 2016 kembali dilakukan pengembangan sehingga sudah cukup banyak warga yang tinggal di kawasan tersebut.
“Kami dengan warga warga disini seingat saya sudah tiga kali mengajukan proposal agar jalan yang panjangnya sekitar 1,9 km dibangun ada yang kami sampaikan ke pengembang perumahan, ada juga yang langsung kami sampaikan ke Pemda Rejang Lebong dan kami sangat berharap adanya perbaikan,”sampai Endang.
Agus Aliang (35) warga lainnya meminta agar ada kepastian bagi warga yang sudah terlanjur berharap akan adanya pembangunan jalan dikawasan tersebut, apalagi proyek jalan tersebut sudah ditayangkan, ada pemenangnya dan ada anggarannya.
“Seharusnya sudah tidak ada alasan tidak dibangunkan, anggarannya di tahun 2021 dan sekarang sudah 2022, kalau itu dibatalkan atau tidak jadi dikerjakan kami sebagai masyarakat ingin tahu alasannya apa, apalagi kami memang membutuhkan adanya pembangunan jalan tersebut,”tambah Agus.(brn)








