Tangkap Burung Elang, Oknum Kades di Bengkulu Utara Bisa Kena Pidana?

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com – Azhar, Kepala Desa Kota Lekat, Kecamatan Hulu Palik, Bengkulu Utara bakal berurusan dengan aparat. Setidaknya petugas dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Pemicunya, Azhar sempat memposting hasil berburunya berupa seekor burung elang.

Postingan di akun Facebook Azhar itu sudah dihapus setelah ramai dikomentari miring warga net alias netizen, Rabu (12/5/2021).

Meski sudah dihapus, unggahan gambar itu rupanya sudah sempat disimpan atau di-screenshot dan beredar luas.

Dalam gambar itu sang Kades tampak memakai topi resmi pejabat kepala desa dengan pakaian kaos oblong bercorak coklat oranye khas milik sebuah Ormas.

Ada dua potongan gambar yang sempat diunggah. Gambar yang satu  menggambarkan dirinya tengah memegang senjata senapan. Sementara satu foto lainnya menggambarkan kondisi seekor burung dalam kondisi kaki terikat.

“Hari ini nembak dapat elang la,” tulis Azhar AR, dengan memamerkan burung dengan kaki terikat di lokasi seputaran kebun kopi.

Warga net pun merespon unggahan itu.

“Mohon maaf om lebih baik tidak di upload foto burung elang itu..itu dilindungi…maaf sekedar mengingatkan,” tulis satu akun di kolom komentar.

Sayangnya saat coba dikonfirmasi Azhar tak menjawab empat kali panggilan ke selulernya.

Sementara dilansir sindonews.com Azhar mengakui telah menghapus postingan tersebut. “Hapus aja malas memamerkan postingan,” katanya.

Sementara Kepala Seksi Wilayah I Curup BKSDA Bengkulu Said Jauhari menyatakan tengah menelusuri informasi yang sudah berkembang itu.

Said mengatakan jika cukup bukti maka oknum Kades dapat langsung ditahan dengan ancaman hukuman 5 Tahun penjara serta denda 100 juta.

“Jenis elang, bisa bantu dikirim juga info ini Polsek setempat pak. Ancaman hukumannya 5 Tahun penjara, denda 100 juta. Undang No 5 Tahun 1990 tentang KSDAHE. Terima kasih sudah membantu kami,” kata Said dilansir sindonews.com, Rabu (12/5/2021).


Pewarta: MS Firman