
BENGKULU, sahabatrakyat.com-PT Pertamina berencana menggelar operasi pasar untuk elpiji ukuran 3 kilogram di kecamatan-kecamatan yang ada di Kota Bengkulu. Hal itu dilakukan untuk mengatasi kelangkaan yang belakangan dikeluhkan warga.
Communication & Relations Pertamina Sumbagsel Siti Rachmi Indahsari melalui pesan elektronik, Rabu (18/10/2017), menjelaskan, belakangan ini terjadi peningkatan konsumsi dari kondisi normal. Hal ini ditengarai sebagai akibat kepanikan lantaran isu kelangkaan.
Kepanikan masyarakat ini menjadi pemicu pembelian komoditas elpiji 3 kg lebih banyak dari biasanya, sedangkan kuota untuk Bengkulu tetap tanpa pengurangan atau pun keterlambatan distribusi.
Per hari kuota elpiji yang biasa disebut masyarakat dengan gas tabung melon ini didistribusikan ke Kota Bengkulu sebanyak 8.960 tabung.
“Bahkan untuk Kota Bengkulu kami berikan penambahan fluktuatif sebanyak 8.400 tabung,” kata dia.
Dikatakan, penggunaan tidak tepat sasaran untuk komoditas elpiji 3 kg bersubsidi juga ditengarai ikut membuat konsumsi meningkat dan berdampak pada kelangkaan.
Seperti penggunaan untuk unit usaha, rumah makan atau kuliner lainnya, begitu juga masyarakat mampu juga ikut menjadi pengguna, sementara elpiji bersubsidi ini sesungguhnya hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin.
Karena itu Siti pun mengajak warga yang mampu maupun unit usaha agar beralih menggunakan elpiji 5,5 kg. “Pertamina telah memberikan produk pilihan yang lebih aman yaitu Bright Gas dengan tabung berkatup ganda. Masyarakat cerdas tentu akan memilih produk yang lebih berkualitas,” ujarnya.
Pertamina juga menghimbau masyarakat jika menemukan tindakan kecurangan terhadap produk elpiji bersubsidi, segera melaporkan ke contact center Pertamina 1.500.000 atau email pcc@pertamina.com.
Sumber: ANTARA






