
KOTA BENGKULU, sahabatrakyat.com– Banjir yang mengepung sejumlah kelurahan dalam Kota Bengkulu sejak Jumat malam tak kunjung surut hingga Sabtu petang. Genangan air di badan jalan membuat ratusan kendaraan terjebak.
Seperi di Jalan Kalimantan Kelurahan Rawa Makmur. Tinggi dan derasnya aliran sungai Muara Bangkahulu membuat air lambat susut dari permukiman warga. Ratusan warga terpaksa bertahan di bawah tenda, atau mengungsi ke rumah sanak dan tetangga yang bebas banjir.
Sejumlah pengguna jalan, baik dengan kendaraan roda empat atau sepeda motor mencoba menembus banjir. Beberapa mulus. Namun yang lain justru terjebak dikepung air. Sepeda motor dan mobil mogok karena mesin tiba-tiba mati setelah digenangi air.
Aparat polisi, petugas perhubungan, dan warga bahu membahu mengurai kemacetan. Kendaraan yang mogok didorong ramai-ramai. Beberapa harus ditarik pakai tali tambang.
Salah seorang warga RT 12 Saharudin mengatakan, air terus naik sejak Jumat (26/4/2019) hingga mencapai ketinggian 1,5 meter. “Sejak malam Kamis saya mengungsi ke masjid Nurul Iman,” katanya. Masjid memang menjadi salah satu lokasi pengungsian warga. Namun air yang terus naik juga membuat masjid ikut terdampak.
“Rencanannya bakal mengungsi di rumah anak di Kandang Limun,” imbuh Saharudin.

Kondisi serupa juga terpantau di Jalan Irian, Kelurahan Suka Merindu dan Kelurahan Tanjung Agung. Pihak berwenang terpaksa menutup jalur Sukamerindu-Simpang Brimob karena air banjir yang menggenangi badan jalan sudah mencapai ketinggian pinggang orang dewasa.
Ratusan warga yang rumahnya direndam banjir tampak berkumpul di bawah posko. Beberapa berjaga di dekat rumah. Ada juga yang masih berupaya menyelamtkan harta benda.
Ketua RW 02 Tanjung Agung mengatakan, “Warga sudah banyak yang menggungsi ke Sawah Lebar dan sekitarnya, RT 08 dan RT 09,” ujarnya. “RT 09 ini kurang lebih 159 KK yang terendam, RT 08 kurang lebih ratusan yang terendam dan yang sangat kami butuhkan itu dapur umum dan perahu karet,” lanjut dia.
Hingga pukul 17.43 WIB hari ini (Sabtu, 27 April 2019) belum tampak tanda-tanda banjir segera susut.
Pewarta: Rivaldo
Editor: Jean Freire









