Aparat Diminta Usut Aset Hilang Rp 610 M

syafrianto-daud-s-sos
Syafrianto Daud

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Ketua DPRD Bengkulu Utara, periode 2004-2009, Syafrianto Daud S.Sos, meminta aparat penegak hukum bisa menindak-lanjuti pernyataan Anggota DPRD BU Sonti Bakara yang menyebut hilangnya aset daerah BU senilai Rp 610 miliar.

Hal itu disampaikan Sonti Bakara dalam Pandangan Akhir Fraksi terhadap LKPJ APBD 2015, belum lama ini. Meski menyatakan ada aset hilang, Fraksi Kebangkitan Hati Nurani Rakyat yang diketuai Sonti Bakara tetap menerima LKPJ APBD 2015.

“Jelas saya kecewa dengan ucapan Sonti yang mengatakan aset Bengkulu Utara hilang Rp 610 miliar, tapi pada akhirnya mereka menerima juga. Dengan pernyataan Sonti Bakara sebagai wakil rakyat seperti itu, maka saya sangat berharap dan meminta agar aparat penegak hukum untuk menindak lanjuti atas keterangan Sonti itu,” kata Syafrianto Daud.

Menurut dia, pernyataan Sonti tidak boleh dianggap angin lalu. Ia minta pernyataan itu ditindak-lanjuti agar persoalan tuntas. “Jangan buat masyarakat nantinya tidak percaya dengan wakil rakyat. Kalau seperti ini sama saja membodohi masyarakat. Ibarat air ludah sudah jatuh ke bumi tak mungkin dijilat kembali. Setelah memberikan statmen tuntaskan dengan sejelas-jelasnya, apalagi dirinya sebagai wakil rakyat,” kata Syafrianto.

Ketua LSM AIPI Bengkulu Utara, Putra Sinaga mengatakan, jika benar ada aset yang hilang, mestinya wakil rakyat mempertanyakan dulu kemana hilangnya aset yang dimaksud. “Jangan menerima dulu kalau belum tahu kejelasannya,” kata Putra Sinaga.

Putra menandaskan, saat ini publik ingin tahu bagaimana aset miliaran rupiah itu bisa hilang dan bagaimana pertanggung-jawabannya. “Jelas masyarakat ingin tahu kemana hilangnya aset Bengkulu Utara Rp. 610? Apalagi dia sendiri yang mengatakan jangan ada dusta di antara kita,” ujar Putra Sinaga.

 

Penulis: MS Firman
Editor: Jees