Asa ke KONI yang Kini Dipimpin Doni…

Perbandingan kondisi stadion sepaka bola di GOR Terpusat Lebong Selatan sebelum dan sesudah dibersihkan/Foto: Istimewa

LEBONG, sahabatrakyat.com- Terlepas soal KONI Lebong yang sudah terlambat dalam menyelenggarakan Musorkab sebagaimana mestinya, penunjukan Donni Swabuana sebagai pelaksana tugas ketua umum diapresiasi sejumlah pihak. Kepada Donni, KONI Lebong diharapkan bisa menjadi lebih progresif.

Ada sejumlah agenda yang menunggu kiprah KONI di bawah kepemimpinan Donni. Selain tugas prioritas menggelar Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab), yang tak kalah penting adalah mempersiapkan Lebong ke even Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2020.

Sekedar diketahui, penunjukan Donni sebagai plt Ketua KONI Kabupaten Lebong berdasarkan Surat Keputusan KONI Provinsi Bengkulu Nomor 25 Tahun 2019 Tentang Penunjukan Pejabat Sementara (Carateker) Pengurus KONI Kabupaten Lebong tertanggal 31 Desember 2019.

Lantas seperti apa asa kepada KONI Lebong?

Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lebong, Ronald Reagen, berharap KONI sebagai organisasi yang mewadahi semua cabang olahraga perlu melihat dan memetakan apa saja yang selama ini menjadi masalah dan kendala dalam membangun kualitas dan prestasi olahraga itu sendiri.

“Terutama juga untuk melihat potensi, bakat dan minat generasi muda olahraga pastinya kita harus tahu juga apa yang menjadi masalah dalam membangun kualitas olahraga. Dukungan berupa fasilitas itu penting,” imbuh Ronald.

Ia pun berharap pengurus KONI yang nanti berkiprah bisa merajut kerja sama dan sinergis dengan semua pengurus cabang olahraga dalam mengoptimalkan pembinaan dan prestasi.

Terpisah, Ketua Persatuan Sepak Bola (PS) Lebong, Gunawan SP, mengatakan, KONI ke depan idealnya dikelola oleh orang-orang yang punya komitmen dan dedikasi untuk kemajuan olahraga.

Karena SDM olahraga juga terkait dengan pengurus organisasi olahraga, kata Gunawan, maka mereka itu mestilah orang-orang pilihan yang memang mau membangun dunia olahraga.

“Carilah pengurus yang ingin membesarkan olahraga. Bukan memanfaatkan olahraga untuk membesarkan kepentingan dirinya.”

Ia menambahkan, “Ketua KONI yang baru mesti membangun sinergi dengan Pengcab olahraga dalam kerangka kebersamaan membangun olahraga Lebong ke depan lebih baik. Pilihlah pengurus yang mempunyai komitmen, dedikasi dan integritas agar organisasi KONI bisa berjalan dengan baik sesuai harapan kita semua.”

Lebih jauh, Gunawan juga melihat soal infrastruktur dan aset olahraga sebagai pekerjaan rumah yang harus dibenahi dalam upaya meningkatkan pembinaan dan kualitas olahraga Lebong.

“Dalam meningkatkan kualitas olahraga tentunya banyak persoalan dan ini harus kita carikan solusinya. Contohnya aset dan infrastruktur olahraga,” ungkap Gunawan.

Gunawan mengatakan, terkait aset yang terbengkalai, semua pihak harus sinergis dan bekerja sama. Baik pemerintah daerah maupun masyarakat olahraga. Tidak usah mencari kambinghitam atau saling menuding siapa yang salah.

“Karena nilai aset ini tidak sedikit. Pemerintah harus memikirkan dan menyelamatkan aset-aset itu. Termasuk legislatif dan yudikatifnya terkait status hukumnya,” kata dia.

Gunawan menandaskan, perpaduan peran dan political will dari para pihak, terutama pemerintah daerah (eksekutif dan legislatif), akan menjadi kekuatan untuk membangun olahraga Lebong menjadi lebih baik.

Sementara terkait peran masyarakat, Gunawan berharap insan olahraga bisa memanfaatkan aset tersebut, meskipun dengan kondisi dimana banyak aset yang terbengkalai. “Minimal masyarakat tidak merusak aset yang ada,” imbuhnya.

Gunawan mencontohkan aksi gotong-royong membersihkan stadion sepak bola di GOR Terpusat Lebong Selatan di Kelurahan Tes pada 2014 lalu yang hasilnya bisa dirasakan hingga saat ini.

“Alhamdulillah, kita sudah bisa mengadakan tiga kali turnamen besar di stadion itu. Bahkan baru-baru ini kita bisa mengundang legenda timnas Indonesia, Firman Utina,” ujar Gunawan.


Pewarta: Sumitra Naibaho