Bermodal Cekak dan Rekomendasi, Panjat Tebing BU Tekad Prestasi

Panjat Tebing: Ramadhani Saputra, atlet panjat tebing BU saat melakukan pemanjatan di ajang Porprov/MS Firman

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi Bengkulu (Porprov) tahun 2018 ini panjat tebing menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan.
Dari sembilan kabupaten dan kota, hanya enam kabupaten yang mengikut-sertakan atlet panjat tebing. Yakni Rejang Lebong, Kepahiang, Kota Bengkulu, Seluma, Mukomuko dan Bengkulu Utara.
Bengkulu Utara sendiri mengutus delapan atletnya untuk bertanding di delapan kelas yang diperlombakan.
Meski membawa nama daerah, panjat tebing Bengkulu Utara bisa dibilang terseok-seok agar bisa tampil di even tingkat provinsi itu. Pasalnya, tim panjat tebing ini hanya bermodalkan rekomendasi dan dana ala kadarnya karena diperoleh secara swadaya.
“Cabor yang lain mendapat bantuan Pemkab melalui Dinas Pemuda dan Olahraga. Kalau panjat tebing tidak. Kami tidak tahu apa yang membuat panjat tebing diperlakukan berbeda,” ujar Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) BU Kaisar Robinson, ST, MM.
Kaisar menambahkan, dukungan moril kepada kontingen panjat tebing sendiri diberikan Wabup Arie Septia Adinata. Sementara dukungan dana ala kadarnya datang dari sejumlah dermawan yang peduli.
Anggota DPRD BU Fitra Martin mengaku menyesalkan apa yang menimpa kontingen panjat tebing itu. “Sebenarnya hal ini sangat disayangkan terjadi. Seharusnya pemerintah memfasilitasi kebutuhan rakyatnya. Apalagi ini event yang bergengsi. Toh kalau juara Bengkulu Utara juga yang terkenal,” sesal Fitra Martin.
Lalu apa pasal Dispora tak menyokong panjat tebing? Saat akan dimintai konfirmasi beberapa waktu lalu, Kepala Dispora BU tidak berhasil dijumpai. “Beliau sedang dinas luar,” ujar seorang pejabat Dispora.
Ketika dimintai penjelasan, pejabat yang enggan dituliskan namanya itu mengaku tidak tahu apa alasan panjat tebing diperlakukan berbeda dengan cabor lain.
“Saya cuma jalankan perintah. Saya tidak tahu persis apa alasan yang dipertanyakan. Silakan langsung dengan pak Kadis saja,” elaknya.
Mayjen (Purn) Suwarno Wakil Ketua Umum KONI Pusat didamping Ketua Umum FPTI Provinsi Bengkulu dan pengurus, perwakilan dari Polda saat memukul dol tanda cabor panjat tebing dimulai/MS Firman

Melaju ke Final
Sementara itu, pertandingan cabor panjat tebing sendiri sudah dimulai. Bahkan acara pembukaan dihadiri langsung Wakil Ketua Umum KONI Pusat Mayjen (Purn) Suwarno.
BU sendiri mempersiapkan atletnya di delapan kelas yang dipertandingkan. Yakni kelas lead perseorangan (putra dan putri); kelas lead team (putra dan putri); dan speed klasik perorangan (putra dan putri); serta speed klasik team (putra dan putri).
Di hari pertama (02/4/2018), tiga atlet BU berhasil melaju ke putaran final yang akan digelar hari ini (03/04/2018), masing-masing seorang di kelas lead perorangan putra dan dua orang di kelas lead perseorangan putri.
“Kita bertekad kuat. Mudah-mudahan dari cabor panjat tebing kita bisa mengukir prestasi dan menyumbang medali bagi kontingen Kabupaten Bengkulu Utara,” tandas Kaisar.


Pewarta: MS Firman
Editor: Jean Freire