Disarankan Lapor Polisi, Toke Sawit Baru Sebatas Koordinasi

Kantor CV Karya Utama

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Kedatangan salah satu toke atau pemasok TBS sawit ke Mapolres Bengkulu Utara pada Rabu (17/06/2020) lalu rupanya baru sebatas koordinasi. Belum ada laporan resmi pihak-pihak yang merasa dirugikan terkait belum dibayarkannya uang DO oleh CV Karya Utama.

Padahal Pemkab Bengkulu Utara melalui dinas terkait telah menyarankan supaya dugaan penggelapan uang delivery order alias DO oleh oknum di CV Karya Utama dibawa saja ke ranah hukum agar persoalannya terang benderang.

(BACA JUGA: DO Tak Dibayar, Toke Sawit Disarankan Lapor Polisi)

“Hingga saat ini kami belum menerima laporan atau pengaduan soal itu. Tapi kami siap menerima pengaduan dari para toke dan petani perkebunan yang merasa dirugikan tersebut,” jelas Kapolres AKBP Anton Setyo Hartanto, S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP Jery Antonius Nainggolan, S.Ik, Kamis (18/6/2020).

Jery mengakui kedatangan salah satu toke ke Satuan Reskrim Polres Bengkulu Utara itu baru sebatas berkoordinasi. Belum ada laporan secara resmi soal uang DO yang belum dibayarkan sejak Mei 2020 itu.

BERITA TERKAIT: Uang DO TBS Sawit Belum Dibayarkan, Toke Sawit Ancam Lapor Polisi)

Seperti sudah diketahui, pihak CV Karya Utama disinyalir telah merugikan masyarakat, yakni para toke dan petani perkebunan, lantaran uang TBS sawit yang sudah masuk dari PT KKK ke CV Karya Utama tak kunjung dibayarkan ke mereka.

Sementara itu, baik direktur maupun bendahara CV Karya Utama sendiri sudah tidak pernah lagi masuk kantor sejak persoalan ini menjadi konsumsi publik.

Alhasil, selain tak bisa dimintai klarifikasi, para toke yang belum menerima pembayaran DO itu kini juga terkatung-katung menunggu kepastian kapan haknya diberikan.


Pewarta: MS Firman