Ketua Partai di Bengkulu Utara Wakafkan Tanah Untuk Pengembangan Pesantren NU

Foto: Ilustrasi

Bengkulu Utara – Salah satu Ketua Partai di Bengkulu Utara mewakafkan sekitar 1200 Meter persegi tanah yang berlokasi di Kelurahan Kemumu, Arma Jaya, Bengkulu Utara. Penyerahan sertifikat tanah dihadiri langsung oleh Ketua PCNU Bengkulu Utara, Masduki, M.Pd beserta pengurus, pengasuh pondok pesantren An-Nahdloh, Abah Soni dan beberapa undangan pada Sabtu, (19/08/2023) di sekretariat PCNU Desa Gunung Agung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak yang telah mewakafkan sebidang tanah kepada PCNU. Semoga Allah SWT mengganti dengan yang lebih baik,” ujar Ketua PCNU dalam sambutannya.

Menurut Ketua PCNU, jika memungkinkan, tanah yang telah diwakafkan akan dimanfaatkan untuk pendirian Sekolah Menengah Kejuruan.

“Kami akan bermusyawarah dengan pengurus PCNU Bengkulu Utara untuk pemanfaatan lahan yang telah diwakafkan. Salah satu rencana kami adalah untuk pendirian SMK di Bengkulu Utara,” ujar Ketua PCNU lagi.

Selanjutnya, salah satu Ketua Partai di Bengkulu Utara yang saat ini masih duduk sebagai anggota dewan aktif di DPRD Bengkulu Utara dalam sambutannya menjelaskan bahwa rencananya akan mewakafkan dua bidang lahan untuk PCNU Bengkulu Utara.

“Malam ini baru kami serahkan satu sertifikat untuk PCNU. Insya Allah, kami juga akan menyerahkan satu bidang lagi kurang lebih satu hektar. Karena administrasi pertanahannya akan kami bereskan terlebih dahulu,” ujar Ketua Partai tersebut.

Menurut Ketua Partai yang saat ini duduk sebagai anggota Komisi II DPRD Bengkulu Utara, dirinya berharap agar tanah yang diwakafkan dapat bermanfaat untuk umat.

“Sedikit bercerita, sebenarnya rencana mewakafkan lahan ini ketika melaksanakan perjalanan dinas luar ke Kementerian Agama terkait akan dilaksanakannya MTQ di Bengkulu Utara. Saat itu, saya berdiskusi dengan sahabat saya di DPRD yang getol memperjuangkan anggaran MTQ di Kementerian Agama. Singkat cerita, akhirnya saya mewakafkan tanah ini. Sekali lagi, semoga tanah yang diwakafkan akan bermanfaat,” ujarnya di dampingi istri.

Dirinya berharap, agar tanah yang telah diwakafkan jangan salah ditafsirkan di tahun politik.

“Kepada para kyai yang saya muliakan, tanah yang saya wakafkan ini jangan ditafsirkan macam-macam. Tidak ada barter apapun dan saya tidak mengharap apapun kecuali ridho Allah SWT saja. Mohon juga jangan dipublikasikan,” tegasnya. (A1)