Segera Urus Kerusakan Gorong-Gorong, Sastro: Bisa Ancam Siklus Pertanian!

Nurkholis Sastro/foto dok sahabatrakyat.com

LEBONG, sahabatrakyat.com- Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemkab Lebong melalui dinas terkait masing-masing diminta dapat segera menyelesaikan kerusakan gorong-gorong di Desa Suka Bumi, Kecamatan Lebong Sakti. Bila tidak kondisi itu bisa mengancam siklus pertanian yang sudah berjalan selama ini.
“Kondisi rusaknya gorong-gorong kan sudah satu tahun. Ini tak boleh dilihat hanya sebatas merusak badan jalan dan bikin banjir sawah. Saya melihatnya jauh dari itu, yakni bisa merusak sikluas berkolam-bersawah masyarakat tani setempat,” ujar Nurkholis Sastro, tokoh pemuda asal Lebong kepada sahabatrakyat.com, Selasa (01/12/2018) malam.
Oleh sebab itu, lanjut Sastro, harus ada target dan upaya cepat untuk memperbaiki kerusakan tersebut. “Iya, biar tidak berdampak pada siklus berkolam-bersawah padi masyarakat di awal tahun tanam 2019 ini,” ulang Sastro.
Lebih jauh, Koordinator Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warung Informasi Konservasi (WARSI) Bengkulu itu juga mengingatkan organisasi perangkat daerah Pemkab Lebong bisa bersinergis dalam mengurus sektor pertanian sebagai urat nadi perekonomian masyarakat Lebong.
“Hubungan lintas OPD itu perlu dioptimalkan. Semua harus fokus mengurus sektor pertanian. Kalau sektor ini kuat, saya yakin secara bertahap juga akan mampu mengurangi tingkat pengangguran dan angka kemiskinan,” kata Sastro.
Peringatan Sastro cukup beralasan. Pasalnya, berdasar data BPS Lebong angka penurunan kemiskinan Lebong tahun 2018 hanya 0,24 persen atau hanya 66 orang dari 13.314 pada 2017 lalu.
Sasto menjelaskan, jika mengacu pada tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs) maka pada tahun 2030 penduduk miskin harus dibawah satu persen.
“Jadi kalau posisi angka kemiskinan Lebong kini di angka 13 persen maka dalam satu tahun idealnya harus turun satu sampai tiga persen,” jelas Sastro.


Penulis: Jean Freire