Sekolah di Tengah Kebun Kopi Ini Miskin Fasilitas, Tapi Sudah Bisa Ukir Prestasi

Dewan Guru MA Baitul Makmur saat sertijab kepala sekolah beberapa waktu lalu/foto redaksibengkulu.com
Dewan Guru MA Baitul Makmur saat sertijab kepala sekolah beberapa waktu lalu/foto redaksibengkulu.com

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com– Kamis (24/11/2016), sekitar pukul 09.00 pagi sahabatrakyat.com mengunjungi Madrasah Aliyah (MA) Baitul Makmur. Sekolah ini terletak di Desa Perbo, Kecamatan Curup Utara. Berdiri sejak tahun 2013, saat ini jumlah siswanya sudah 61 orang. Sementara dewan guru ada 13 orang, masing-masing 2 guru PNS dan 11 tenaga honorer.

Sebagai salah satu lembaga penyelenggara pendidikan, fasilitas, sarana dan prasarana di MA Baitul Makmur masih jauh dari kategori memadai. Letaknya yang berada di tengah-tengah perkebunan kopi warga, membuat sekolah ini belum didukung ketersediaan listrik dan pasokan air.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Sekolah MA Baitul Makmur, Khairul Anwar, S.Pd.I mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air, mereka memanfaatkan air hujan. Sementara listrik masih mengandalkan bantuan dari kantor camat Curup Utara.

“Kami masih menggunakan listrik yang disambung dari kantor camat Curup Utara. Ini masalah tiang listrik dikarenakan kami baru memberikan proposal jadi tidak bisa dipasang pada tahun ini. Kemungkinan pada tahun 2017,” tuturnya.

Selain air dan listrik, halaman sekolah MA Baitul Makmur juga belum disentuh pembangunan. Masih terdapat batu-batu dan kerikil sisa pembukaan lahan. Tempat parkir sekolah juga seadanya. Dibangun dari beberapa potong kayu juar dan beberapa seng bekas, parkiran itu hanya bisa menampung beberapa motor dewan guru saja, sementara kendaraan siswa terparkir di halaman sekolah.

Meski miskin fasilitas, sekolah yang dikelilingi kebun kopi masyarakat ini sudah mampu ukir prestasi. Di antaranya: juara 1 MTQ tingkat kecamatan, juara 3 sepak takraw, juara 3 lomba lagu madrasah, dan juara 2 kejuaraan futsal di lingkup Kemenag.

Khairul Anwar berharap di masa-masa mendatang sekolah yang baru dia pimpin satu bulan itu bisa terus berkembang. Dengan prestasi yang sudah ada, dia mengharapkan dukungan warga dengan menyekolahkan anak-anak mereka di sana. Seperti di sekolah lainnya, MA Baitul Makmur juga sudah menggratiskan IPP dan uang OSIS bagi seluruh siswanya.

”Semoga di masa yang akan mendatang kami memiliki fasilitas yang memadai dan bisa memiliki jumlah siswa yang cukup demi kelancaran proses belajar mengajar,” tandas Khairul Anwar. (CW7)

 

Editor: Jees