
Anggota Komisi III DPRD Provinsi itu turun melihat keadaan box culvert jalan provinsi yang menghubungkan Desa Pematang Balam dan Desa Baturoto, yang kondisinya memprihatinkan. Sebab sudah hampir 2 bulan terakhir gorong-gorong itu dipasang garis polisi lantaran dianggap membahayakan pengguna jalan.
Tantawi Dalli saat dijumpai di kediamannya menjelaskan, untuk pembangunan box culvert itu sudah dimasukkan dalam APBD TA 2017. “Saat ini dalam proses penghitungan jumlah kebutuhannya,” jelas Tantawi yang juga ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Bengkulu.
“Sebagai wakil rakyat yang selalu menampung aspirasi masyarakat, dengan terjun langsung di tengah masyarakat dapat mempererat silaturahmi dan menumbuhkan keakraban yang luar biasa, sebagai wakil rakyat kita harus menampung aspirasi-aspirasi masyarakat didaerah pemilihan saya,” ujarnya.

Menurut Tantawi, pada tahun 2017 bukan hanya di Kecamatan Hulu Palik yang akan diperjuangkan mendapatkan anggaran dari Provinsi Bengkulu, seperti untuk pembangunan infrastruktur. “Tetapi di wilayah kecamatan lain pun akan diprioritaskan, khususnya di wilayah Bengkulu Utara dan Benteng,” ungkapnya.
Kepala Desa Pematang Balam saat dikonfirmasi sahabatrakyat.com, Selasa (27/12/2016) mengatakan, “Saya beserta perangkat desa turut mendampingi Pak Tantawi Dalli turun ke lokasi usai sholat Jum’at. Kami minta tolong sekali untuk dibantu dan diprioritaskan karena bila tidak segera diperbaiki maka akan melumpuhkan aktivitas pengguna jalan,” tutur kades.
Kades Pematang Balam menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tantawi Dali, sebagai anggota DPRD Provinsi masih konsisten mendengar dan menampung aspirasi masyarakat serta turun langsung melihat kondisi di desa-desa.
Penulis: MS Firman







