Atlet Karate Peraih Perunggu PON Dipecat

Hestri saat menerima medali perunggu dari cabang olahraga karate PON XIX 2016 Jawa Barat/sahabatrakyat.com
Hestri saat menerima medali perunggu dari cabang olahraga karate PON XIX 2016 Jawa Barat/sahabatrakyat.com

BENGKULU, sahabatrakyat.com- Hestri Kurniasih, atlet karate Provinsi Bengkulu yang berhasil menyumbang satu medali perunggu bagi kontingen Bengkulu di ajang PON XIX 2016 Jawa Barat diberhentikan sebagai atlet karate dari perguruan yang menaunginya selama ini, yakni Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) Pengda Bengkulu. Keputusan pemecatan itu diambil oleh sidang majelis sabuk hitam Inkanas Bengkulu baru-baru ini di Bengkulu.

Ketua Komisi Teknis Inkanas Bengkulu Patriati SSos menjelaskan, Hestri diberhentikan setelah melalui sidang majelis sabuk hitam dan sudah disetujui PB Inkanas. Dasar pemecatannya adalah karena Hestri melanggar anggaran dasar dan rumah tangga (AD/ART) Inkanas, sumpah karate, dan indisipliner. Pelanggaran itu, kata Patriati, dilakukan Hestri sebelum mengikuti PON di Jawa Barat yang baru saja berakhir.

“Pada saat kejuaraan piala Kapolri tahun 2015. Kami menggelar pemusatan latihan atau TC di Balai Koperasi, dia tak pernah datang latihan. Sudah kami surati, tapi tidak ditanggapi,” kata Patriati. Inkanas, lanjut Patriati, masih memberi toleransi dengan memberi kesempatan Hestri mengikuti Kejurnas Pra-PON di Medan, Sumatera Utara, dan berhasil lolos diurutan ke-12.

“Pulang Kejurnas kita merancang pelatihan. Forki lalu mengeluarkan SK pelatih untuk dia. Tapi SK itu dia tolak. Dia mau dilatih oleh pelatih yang dia punya. Saya jelaskan itu tidak boleh, karena pelatih yang di SK itu lah yang membawa dia lolos PON. Kalau dia menolak, dia harus mundur. Dia bilang bersedia mundur, ternyata sampai hari ini surat pengunduran dirinya tidak juga disampaikan,” ungkap Patriati.

Karena tak ingin mengganggu persiapan PON, kata Patriati, Inkanas sengaja tak membawa persoalan ke PB Inkanas. Pihaknya memberi ruang bagi Hestri untuk fokus ke PON. Inkanas, kata Patriati, sudah memastikan keputusan resmi pemecatan akan diambil setelah PON. “Dapat medali atau tidak, keputusan sudah bulat,’ katanya.

Patriati menegaskan, keputusan Inkanas diharap menjadi pelajaran bagi para atlet, termasuk perguruan yang lain. “Kami tidak cuma melatih otot, tapi juga prestasi. Di dalam berprestasi itu juga harus ada sikap saling menghormati dengan kawan-kawan, apalagi pelatih,” tandasnya.

Bagaimana sikap Hestri atas keputusan Inkanas itu? Hingga berita ini diturunkan, Hestri belum berhasil dikonfirmasi. Nomor handphone yang coba dihubungi tidak aktif sehingga belum berhasil terhubung. (cw5)

Editor: Jees