Plt Gubernur Bengkulu bersama pimpinan perbankan di Bengkulu saat memperingati Haro Oeang/media center pemprov bengkulu

BENGKULU– Dalam rangka Hari Oeang ke-71 Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPBN) Provinsi Bengkulu menggelar jalan santai yang diikuti oleh berbagai instansi terkait serta perbankan dan masyarakat.
Hari Oeang yang jatuh pada tanggal 30 Oktober ini sendiri merupakan hari dimana Republik Indonesia mengeluarkan mata uangnya pertamanya yakni Oeang Republik Indonesia (ORI).
ORI resmi beredar pada 30 Oktober 1946, sebelumnya setelah kemerdakaan Indonesia masih menggunakan mata uang Belanda dan Jepang.
Terkait dengan penggunaan pembayaran non-tunai yang kini sedang digerakan, Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyambut baik karena sangat membantu, di samping efisien dan juga aman. Sehingga tidak perlu kemana–mana dengan mambawa dompet tebal saat pergi berbelanja.
“Kita ingin pengendalian uang itu menjadi terkendali dengan baik, salah satu yang perlu kita tempuh dan mulai kita sosialisasikan sekarang adalah mengurangi transaksi cash atau tunai,” jelas Plt. Gubernur Rohidin Mersyah saat melepas Jalan Santai Dalam Rangka Hari Oeang Republik Indonesia Ke-71, Minggu (29/10) di halaman Kanwil DJPBN.
Saat mengunjungi stand -stand yang ada Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah memberikan apresiasi dengan diundangannya para pelaku usaha khususnya UMKM.
Memperkenalkan transaksi non tunai kepada UMKM, tambah Rohidin akan mendukung dan mendorong para UMKM itu akan semakin baik di masa–masa yang akan datang.
“PR kita sekarang adalah pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang tinggi dan angka inflasi yang terkendali dapat betul–betul dinikmati oleh seluruh masyarakat dengan pertumbuhan yang berkualitas, serta ditunjukan dengan perbaikan kesejahteraan masyarakat dan pengurangan angka kemiskinan,” jelas Rohidin Mersyah.
Kepala Kanwil DJPBN Provinsi Bengkulu Rinardi, mengungkapkan sudah mempersiapkan beberapa hal yang nantinya akan menggunakan penggunaan electronic money dan mengarah ke penggunaan cashless. Dimana pada stand UMKM selain berjualan seperti biasa akan dikombinasikan dengan penjualan non-tunai.
“Kami sudah disupport oleh bank BRI, bank Mandiri dan bank Bengkulu untuk Electronic Data Capture (EDC), jadi di sana ada fasilitas top-up untuk menggesek e-money nya. Secara simbolis menunjukan bahwa masyarakat Bengkulu sudah siap untuk menerima Gerakan Nasional Non Tunai atau cashless society,” terang Kakanwil DJPBN Provinsi Bengkulu Rinardi.
Tampak hadir dalam acara ini Kepala Perwakilan BI (Bank Indonesia) Bengkulu Endang Kurnia Saputra, Kepala Bank Bengkulu Agus Salim, pihak perbankan serta undangan lainnya.


Sumber: Rilis Media Center Pemprov Bengkulu
Editor: JEAN FREIRE