Lawan Korupsi, Bengkulu Adopsi E-Government Kota Surabaya

Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti usai menandatangani MoU dengan Pemkot Surabaya/foto Media Center Pemprov Bengkulu
Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti (keempat dari kiri) bersama kepala daerah lainnya usai menandatangani MoU dengan Pemkot Surabaya/foto Media Center Pemprov Bengkulu

BENGKULU, sahabatrakyat.com- Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti menjadi salah satu kepala daerah yang ikut menandatangi nota kesepahaman (MoU) penggunaan e-government yang telah digunakan Pemkot Surabaya. Penggunaan e-government diharapkan bisa mengurangi potensi korupsi dan menghemat anggaran daerah.

Penandatangan MoU itu dilaksanakan di lantai dua Balai Kota, Jalan Mustajab Surabaya, Rabu (28/9/2016). Selain Bengkulu, ada 39 kepala daerah lainnya yang juga ikut mengadopsi e-goverment yang diterapkan kota yang dipimpin Tri Rismaharini itu, di antaranya Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Barat.

Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan upaya KPK agar seluruh daerah di Indonesia bisa mengadopsi dan mencontoh e-government ala Pemerintah Kota Surabaya.

Gubernur Ridwan Mukti dalam keterangan pers-nya yang di-share melalui akun twetter resmi Pemprov Bengkulu, @mediacenterBKL, menjelaskan alasan Bengkulu mengadopsi e-goverment adalah dalam rangka mentransformasi birokrasi.

“Karena kita memiliki banyak rintangan. Sebagai provinsi yang masih terbelakang, provinsi dengan APBD paling kecil, dan masih belum mampu mengatasi kemiskinannya. Kita mau transformasi birokrasi melalui IT,” kata Ridwan Mukti.

Ia mengatakan, IT sudah banyak diperkenalkan negara-negara lain, seperti Singapura, Jepang dan Australia dan sudah menawarkan kerja sama. Namun karena di Indonesia ada yang sudah menerapkan, maka ini menjadi inspirasi bagi Bengkulu untuk turut menerapkannya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Sebagai gubernur saya juga mengajak beberapa bupati dan walikota dan berkomitmen tahun ini akan menerapkan tata kelola pemerintahan berbasis IT, mulai e-planning, e-budgenting, sampai e-finance. Karena Ibu Risma sudah punya software-nya kami tinggal mengisi saja,” kata Ridwan Mukti.

Penulis: Admin