Pemuda Kurang Produktif Rentan Terjerumus Pergaulan Bebas

Wakil Gubernur Bengkulu Rohodon Mersyah saat menjadi inspektur upacara peringatan Sumpah Pemuda (28/10/2016)/foto istimewa
Wakil Gubernur Bengkulu Rohodon Mersyah saat menjadi inspektur upacara peringatan Sumpah Pemuda (28/10/2016)/foto istimewa

 

BENGKULU, sahabatrakyat.com- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 tahun 2016, Jumat (28/10/2016) diperingari serentak di seluruh penjuru tanah air, termasuk di Provinsi Bengkulu. Peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Gubernur Bengkulu pada dipimpin Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah selaku inspektur upacara.

Menurut Rohidin, untuk menghindari hal-hal yang merusak generasi penerus bangsa, banyak hal yang bisa dilakukan. Di antaranya dengan fokus dalam membangun SDM pemuda dan memperhatikan wadah yang tepat supaya aktifitas mereka bisa tertampung dan tersalurkan secara baik, serta peran pemuda bisa terintegral dalam proses pembangunan terkhusus di Provinsi Bengkulu.

“Banyaknya pemuda yang terjerumus ke narkoba, termasuk pergaulan bebas dan kenakalan– kenakalan remaja yang lain, saya kira itu tidak lain karena kurang produktifnya aktifitas kaum muda Indonesia,” ungkap Wagub Bengkulu Rohidin Mersyah yang juga dikenal sebagai salah seorang motivator handal dengan predikat lulusan terbaik dari Universitas Gadjah Mada dan Institusi Pertanian Bogor.

Rohidin yang diketahui masih aktif dalam beberapa organisasi kepemudaan, menambahkan, dalam menyalurkan energi muda mereka secara baik, perlu dioptimalkan kegiatan pemuda yang produktif dan positif di tengah masyarakat. Sehingga pengaruh buruk bisa dikikis bahkan bisa lepas dari jiwa para pemuda.

“Kalau mereka dihadapkan dengan kegiatan–kegiatan yang produktif dan positif, sehingga energi muda akan tersalurkan dengan baik. Sehingga dapat memberikan dampak yang besar bagi kemajuan ekonomi Indonesia, khususnya Bengkulu,” tutup Wagub Bengkulu.

Ikrar Sumpah Pemuda sejatinya merupakan keputusan Kongres Pemuda Kedua pada tanggal 28 Oktober 1928. Kongres kepemudaan tersebut berlangsung selama dua hari yaitu dari tanggal 27 dan 28 Oktober dan pembacaan teks Sumpah Pemuda dirumuskan menjelang sesi akhir kongres yang diselenggarakan di Jakarta, kala itu masih bernama Batavia.

Hasil putusan kongres kepemudaan 28 Oktober 1928 ini kemudian menjadi cikal bakal lahirnya hari Sumpah Pemuda yang menyatakan satu tekad “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia”. Ikrar “Soempah Pemoeda” asli terpatri di Museum Sumpah Pemuda, teks asli atau naskah Sumpah Pemuda ini menggunakan ejaan van Ophuysen yang berlaku saat itu.

Sumber: Media Center Pemprov Bengkulu

Editor  : Jees