Polda-BPOM-Pegadaian-Pelindo Bengkulu jalin kerja sama tingkatkan keamanan jalur darat dan laut/foto sahabatrakyat.com

BENGKULU, sahabatrakyat.com– Bengkulu bisa saja menjadi jalur alternatif bagi pelaku penyeludupan barang ilegal, termasuk Narkoba, seiring dengan semakin ketatnya pengawasan di daerah-daerah yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas penyeludupan.
Guna mengantisipasi hal tersebut, Kepolisian Daerah Bengkulu pun meningkatkan kerja sama dan sinergitas antar lembaga terkait, yakni Bea Cukai, BPOM, dan Kantor Pegadaian yang dituangkan dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang ditanda-tangani bersama oleh para pihak, Kamis pagi (02/11/2017) di Mapolda Bengkulu.
“Dengan Pelindo kita sudah komunikasikan agar memeriksa setiap kapal yang masuk ke Pelabuhan Pulau Baai. Tapi bisa saja penyelundup ini tidak menurunkan barangnya di dermaga, misalnya ada kurir yang dimanfaatkan mengambil kiriman itu di tengah laut dengan menggunakan kapal kecil,” jelas Coki.
Sementara untuk mempercepat proses pemberkasan tersangka yang sudah ditangkap, Kapolda juga sudah menandatangani nota kesepahaman dengan BPOM, terutama berkaitan dengan uji laboratorium terhadap barang bukti.
“Selama ini kan kita harus menunggu hasil lab-nya dari Palembang. Nah sekarang kita upayakan pengecekan barang bukti itu cukup di Bengkulu saja agar berkasnya cepat kelar. Dan untuk penimbangan BB kita kerjasama dengan pihak Pegadaian,” terang Coki usai penandatangan MoU.
Sementara itu, Kepala Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat, Ir. Yusmariza, mengatakan, jalur laut Bengkulu belum termasuk prioritas pelaku untuk menyeludupkan baran impor ilegal. Meski begitu, dia mengapresiasi upaya antisipasi dini yang diinisiasi Polda Bengkulu. (cw5)


Editor: JEAN FREIRE