Ini Peta TPS Rawan Pilwakot Bengkulu Tahun 2018


BENGKULU– Guna mengantisipasi terjadinya pelanggaran dan kecurangan di TPS selama Pilwakot Bengkulu Tahun 2018, Panwaslih Kota Bengkulu telah memetakan TPS yang dianggap rawan.
Dalam konferensi pers baru-baru ini, Panwaslih Kota Bengkulu menyebut penentuan TPS rawan itu didasarkan hasil pemantauan dengan mengacu kepada enam variabel dengan 15 indikator–sebagaimana petunjuk Bawaslu RI yang diteruskan oleh Bawaslu Provinsi Bengkulu ke jajaran di tingkat kabupaten/kota.
“Pemetaan dan pengawasan terhadap TPS Rawan di Kota Bengkulu yang dilakukan melibatkan 67 Petugas Pengawas Lapangan(PPL) dan 622 orang Pengawas TPS yang dilaksanakan dari tanggal 10 – 21 Juni 2018,” kata Ketua Panwaslih Kota Bengkulu Rayendra Firasad.
Ia menjelaskan hal itu sebagai langkah perbaikan untuk pencegahan terjadinya pelanggaran dan kecurangan di TPS pada hari pemungutan dan penghitungan suara, yang juga merupakan strategi pengawasan untuk pencegahan pelanggaran tahapan pemungutan dan penghitungan suara.
“Diharapkan ke depan bisa diminimalisir,” tambah Rayendra yang didampingi Komisioner Panwaslih Kota Bengkulu, Sugiharto dan Shanti Yudha Rini serta Komisioner Bawaslu Provinsi Bengkulu, Fatima Siregar.
Enam variabel dalam penentuan dan penggalian data dan informasi terhadap penyusunan TPS rawan meliputi: pertama, akurasi data pemilih terdapat 42 TPS, dengan indikator terdapat pemilih yang memenuhi syarat tapi tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap – DPT, terdapat pemilih yang tidak memenuhi syarat tapi terdaftar dalam DPT, pemilih disabilitas dan terdapat jumlah pemilih DPT diatas 20 pemilih di dalam satu TPS.
Kedua, Penggunaan Hak Pilih atau hilangnya hak pilih terdapat 44 TPS dengan indikator terdapat TPS di wilayah khusus sekitar rumah sakit, daerah eksodus, pegunungan, lautan atau pesisir atau sungai, bencana, hutan, perbatasan, daerah yang tidak terjangkau, hunian vertikal (rusun/ apartemen) dan konflik wilayah administrasi.
Ketiga, Politik Uang terdapat 140 TPS dengan indikator terdapat aktor politik uang (bohir, cukong, broker dll) di wilayah TPS, terdapat praktek pemberian uang atau barang pada masa kampanye dan atau terdapat relawan bayaran pasangan calon di wilayah TPS.
Ke empat, Netralitas KPPS terdata 1 TPS/ dengan indikator petugas KPPS mendukung pasangan calon tertentu.
Kelima, Pemungutan Suara terdapat 38 TPS, dengan indikator C6 atau formulir pemberitahuan memilih tidak didistribusikan kepada pemilih di TPS, TPS berada di dekat posko atau rumah tim sukses pasangan calon, serta Ketua dan seluruh anggota KPPS tidak mengikuti bimbingan teknis serta ketersediaan logistik.
Variabel ke enam, Kampanye terdapat 18 TPS, dengan indikator terdapat praktik mempengaruhi pemilih untuk memilih atau tidak memilih calon tertentu berdasarkan agama, suku, ras dan golongan disekitar TPS serta terdapat praktik menghina atau menghasut diantara pemilih terkait isu agama, suku, ras dan golongan di sekitar TPS.
Rayendra menandaskan, TPS rawan itu tersebar di sembilan kecamatan yang ada di Kota Bengkulu.


Editor: Jean Freire
Sumber: rri.co.id