Polisi Pakai Pola 2:2:4 Hadapi Pilwakot

BENGKULU– Sebanyak 1.886 petugas akan diturunkan untuk mengamankan pemungutan suara pesta demokrasi Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu Tahun 2018 pada tanggal 27 Juni 2018.
Wakapolda Bengkulu Kombes Pol Budi Widjanarko mengatakan, ribuan lebih petugas itu merupakan gabungan personil Polri dan Linmas. Mereka akan bertugas di 622 TPS.
“Petugas akan turun dengan pola 2:2:4. Dua personil Polri, dua TPS dan empat Linmas,” jelas Wakapolda saat membuka Apel Kesiapsiagaan Dalam Rangka Pengamanan Pemilihan Walikota Bengkulu Tahun 2018 yang dipusatkan di Gedung STQ, Kamis siang (21/6).
Kombes Budi mengatakan, apel kesiapsigaan sendiri dimaksudkan untuk memeriksa kesiapan petugas. Di antaranya tentang dimana lokasi TPS dan siapa temannya nanti di TPS.
“Setelah ini kami harapkan anggota Polri, cek anggota Linmas-nya. Kalau perlu buat grup WA. Kalau perlu tanya temannya dimana tinggalnya. Tanggal 26 Juni, rekan-rekan sudah ada di TPS masing-masing untuk melaksanakan kesiapan,” katanya.
“Tugas bapak-bapak adalah mengamankan TPS. Kalau ada masalah warga yang protes tidak bisa memilih padahal punya KTP, itu ada pihak yang berhak menjelaskan. Bukan tugas bapak-bapak menjawab,” jelas Budi.
Budi mengingatkan, meski letak TPS tidak masuk kategori sulit dijangkau seperti di daerah lain, ia meminta petugas bekerja sungguh-sungguh agar pemilihan berjalan dengan sukses.
Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung mengatakan, petugas linmas yang menempel dengan polisi harus melaporkan segera jika menemukan indikasi pelanggaran di lapangan, misalnya money politic.
“Di TPS itu memang kewajiban Linmas. Makanya perlu di-briefing. Mereka juga harus saling mengenal satu sama lain, termasuk dengan petugas Polri.”
“Ada tempat-tempat tertentu, misalnya rawan bencana alam, mereka juga harus tahu kemana pindah TPS-nya. Nanti ini menjadi peran kapolsek-kapolsek, camat untuk mengarahkannya,” jelas Coki.
Sebagai hajatan politik yang punya banyak kepentingan, Coki juga mengingatkan agar Linmas menjaga netralitasnya. Ia juga menegaskan akan menangkap pelaku pelanggaran.
“Kita sudah sampaikan semua kepada para tim sukses. Kepada para paslon untuk tidak melakukan money politic. Dan juga sudah ada undang-undang. Kalau ada kita tangkap. Kalau linmas menemukan, segera laporkan,” tegas Coki.


Editor: Jean Freire
Sumber: rri.co.id