Tren Kriminalitas Meningkat, Polda Bengkulu Bikin 11 Terobosan

Kapolda didampingi Wakapolda dan Kabid Humas Mapolda Bengkulu saat gelar Press Conference, Kamis (28/12/2017)

BENGKULU, sahabatrakyat.com- Jumlah perkara atau kasus pelanggaran hukum yang ditangani Polda Bengkulu dan jajaran sepanjang tahun 2017 meningkat bila dibanding tahun 2016.
Tren peningkatan itu disajikan Polda Bengkulu dalam Press Conference Akhir Tahun 2017 Kapolda Bengkulu yang digelar Kamis (28/12) siang di Mapolda Bengkulu.
Kapolda Brigjen Pol Coki Manurung didampingi Wakapolda Kombes Pol Agus Kurniady, dan Kabid Humas, AKBP Sudarno, menguraikan, pada tahun 2016 jumlah gangguan kamtibmas sebanyak 4.741 kasus, sementara tahun ini mencapai 5.161 kasus atau naik 8 persen.
Gangguan kamtibmas yang terjadi sepanjang tahun ini terdiri dari kasus pencurian dengan kekerasan; pencurian dengan pemberatan; curanmor; pencurian biasa; penipuan; penggelapan; KDRT; asusial; korupsi; Narkoba, dan lainnya.
Meski trennya naik, kinerja Polda Bengkulu dan jajaran juga patut diapresiasi. Sebab jumlah perkara yang berhasil diselesaikan juga meningkat.
Jika di tahun 2016 ada 2.255 kasus yang diselesaikan, tahun ini jumlahnya naik 57,6 persen atau sebanyak 2.924 perkara. “Ada peningkatan 23 persen,” sebut Coki Manurung.
Kasus Korupsi
Dalam penanganan kasus korupsi, tahun ini jumlahnya juga meningkat dibanding tahun lalu, yakni dari 28 menjadi 44 kasus. Tahun lalu, polisi berhasil menyelamatkan uang negara Rp 800 juta lebih. Tahun ini jumlahnya mencapai Rp 3 milyar lebih.
Narkoba
Kasus Narkoba juga meningkat 7 persen. Di 2016, jumlah kasusnya ada 250, sementara tahun ini ada 269 kasus. Barang bukti sebagai berikut: ganja 12 ribu kg lebih; ekstasi 24 butir; sabu 292 gram; tembakau Gorila 5,803 gram.
“Jumlah penyelesaian perkara Narkoba tahun 2016, 298 kasus atau 119 persen. Tahun 2017 ada 320 kasus atau 119 persen. Jadi naik 22 kasus atau 7 persen,” jelas Coki.
Kapolda menambahkan, dari sejumlah kasus yang ditangani itu, lima kasus di antaranya termasuk dalam kategori menonjol, yaitu: kasus cyber crime, kasus pencurian emas di Padang Jaya, Bengkulu Utara; kasus Narkoba jenis sabu yang menjerat oknum petugas Lapas; kasus penyalahgunaan Narkoba jenis sabu seharga Rp 180 juta; dan tindak pidana saber pungli di BPBD Bengkulu Utara.


11 Terobosan Kapolda
Selain capaian kinerja yang meningkat, sepanjang tahun 2017 Polda Bengkulu juga telah menghasilkan 11 terobosan dalam upaya mengurangi angka kejahatan di bumi Raflesia ini.
Sebelas terobosan Kapolda itu adalah Aplikasi Camkoha dan sms center; pemasangan CCTV 109 titik; pos pelayanan Pantai Panjang yang dilengkapi CCTV pemantauan sepanjang Pantai Panjang; Pos Dinamis di tempat-tempat rawan tindak kriminal; monitoring Karhutla di Biro Ops Polda; Peningkatan Security System di Mako Polda Bengkulu.
Lalu adanya Tim Inline Skate Polda Bengkulu dan jajaran; Meningkatkan keberadaan Polri di jalan, baik siang maupun malam melalui Patroli Dialogis; Renovasi Gedung Adem; Perluasan Tanah Mapolda dan rencana pembangunan gedung Mapolda; Rencana Pembangunan Selter Tsunami melalui dana CSR BUMN dan perusahaan yang ada di Bengkulu.


Editor: Jean Freire
Sumber: rri.co.id
Foto: rri.co.id