Mengenal Andrian Achmad, Pengamat Politik Nasional dari Tanah Rejang


LEBONG, sahabatrakyat.com Belakangan ini sosok Andriadi Achmad kerap hadir di sejumlah media massa di Provinsi Bengkulu sebagai narasumber atau pengamat politik baik lokal maupun nasional. Analisa politiknya tak cuma ditunggu media di Bengkulu. Ia juga sudah wara-wiri mengisi narasi politik di media nasional.
Siapa sebenarnya Andriadi Achmad?
Informasi penting yang mendorong sahabatrakyat.com mencari tahu lebih jauh sosok yang satu ini adalah bahwa Andrian Achmad sesungguhnya putra Lebong. Lewat pesan WA, informasi itu dibenarkan Andriadi Achmad. Bahkan ia berkenan berbagi profile-nya.
Benar saja. Andrian Achmad memang putra Bengkulu dari tanah Rejang. Ia lahir di Desa Kota Baru, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong pada 19 September 1982 dari pasangan ayah Achmadi Tarmedi, S.Pd dan ibu Rahima.
“Ayah saya dari Kota Donok – Perbo Curup. Sementara ibu berasal dari Desa Kota Baru Uram Jaya,” jelas Andrian, Rabu (21/8/2019).
Masa kecilnya di tanah kelahiran boleh dibilang tak lama. Usai menamatkan sekolah dasar di SDN 12 Kota Baru (1988-1994), Andrian lalu pindah ke Kota Curup. Di kota inilah ia menghabiskan jenjang pendidikan lanjutan SLTP dan SLTA. Masing-masing di MTS/Pondok Pesantren Ar-Rahmah Curup (1994-1997) dan SMUN 2 Curup-Bengkulu (1997-2000).

Tamat SLTA, Andrian merantau ke tanah Minang. Ia melanjutkan studi S1 di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dengan Konsentrasi Kajian Wilayah (Area Studies for Political, Humanities, and Cultural The Anglo Saxon: England, USA and Australian) sejak 2002-2008.
Tak sampai di situ, tahun 2009 ia melanjutkan studi, yakni Program Pascasarjana Ilmu Politik FISIP UI dan tuntas pada tahun 2012. Di kampus yang sama juga sejak tahun ini (2019) ia tengah mengambil Program Doktoral Ilmu Politik FISIP UI.
Muncul sebagai salah satu pengamat politik nasional memang bukan hasil instan yang diraih Andrian. Selain modal akademik, pengalaman di lingkungan politik juga sudah dikecapnya.

Ia pernah bertugas sebagai Staf Ahli Anggota Komisi II (Bidang Politik dalam negeri dan Pemerintahan Daerah) DPR RI 2008-2009. Lalu Staf Ahli Anggota Komisi I (Bidang Politik Internasional, Luar Negeri, Pertahanan dan Keamanan, Informasi dan Komunikasi) DPR RI Periode 2009-2014 dan Staf Ahli Anggota Komite I (Bidang PolHukam, Otonomi Daerah dan Pemda) DPD RI Periode 2014-2019.
Selain itu, saat ini aktif sebagai Direktur Eksekutif Nusantara Institute for Political Communication Studies, Research, and Consulting (PolCom SRC); Dosen FISIP UPN Veteran Jakarta, Dosen FISIP Universitas Satyagama serta Dosen Tamu di beberapa kampus lainnya seperti pengajar MKDU Pancasila dan MKDU Kewarganegaraan Poltekkes Negeri Bogor dan dosen FHISIP UT serta Magister Administrasi Publik (MAP) Universitas Terbuka.
Sejak berstatus mahasiswa, tulis Andrian, ia juga aktif dipelbagai aktivitas kemahasiswaan. Antara lain: Ketua Umum Unit Kegiatan Jurnalistik (UKJ) Yasmin Akbar FIB Unand 2003-2005; Koordinator Kelompok Studi Pemikiran (KSP) Universitas Andalas 2003-2008.
Ia juga pernah menjadi Ketua BEM FIB Universitas Andalas (2005-2006); Ketua BEM KM Universitas Andalas 2006-2007; Ketua Umum HIMPERAB (Himpunan Mahasiswa Pemuda Rafflesia Bengkulu) Se-Sumatera Barat 2005-2007.
Berikutnya: sebagai Presidium Pusat/Koordinator Wilayah Sumatera ILMIBSI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra Se-Indonesia) 2006-2007; Presidium Pusat/Koordinator Wilayah Sumatera MAHAGANA (Mahasiswa Siaga Bencana) Se-Indonesia 2007-2008; dan Direktur Eksekutif PDIYoG (Political Development of
Indonesian’s the Young Generation) – sekarang.

Selain aktif sebagai pembicara dalam berbagai seminar dan Forum Diskusi nasional serta narasumber televisi lokal dan nasional, Andrian ternyata juga pernah menjadi wartawan Harian Media Indonesia Biro Padang (Januari-April 2005).
Andrian juga telah menulis ratusan tulisan yang dimuat berbagai media massa baik lokal. Di antaranya Harian Mimbar Minang, Koran Harian Singgalang, Koran Harian Padang Ekspres, Koran Harian Rakyat Bengkulu, Bengkulu Ekspres, Koran Haluan, Koran Kampus Genta Andalas, Serambi Post, Majalah Tasbih.
Termasuk di media nasional seperti Majalah SABILI, Majalah SAKSI, situs www.penulislepas.com, www.jawapos.com; Koran Media Indonesia, situs www.destinasinews.com, Koran Jakarta, situs www.pdiyog.blogspot.com, Koran Harian Lampung Post, Koran Seputar Indonesia, Koran Harian Republika, Koran Suara Karya, Koran Harian Sinar Harapan, dan Majalah Sindo Weekly; www.garudadaily.com; www.bengkuluinteraktif.com; www.menara62.com; www.pedomanbengkulu.com.
Adapun prestasi yang pernah diraih: Group dan Peserta Terbaik Lomba Debat Mahasiswa (BEM FSUA, 2004); Finalis Lomba Menulis Mahasiswa Wilayah SumBar (Media Indonesia Biro Padang, 2004).
Di tahun 2014, pengalaman pertama berlaga di politik praktis nasional pada ajang pesta demokrasi Pemilu Legislatif sebagai Caleg DPR RI Dapil Provinsi Bengkulu Periode 2014-2019 Nomor Urut 2 mewakili Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Menunjukkan komitmen seorang aktivis sekaligus penulis sebagai intelektual profertik, Agustus 2007 ia menerbitkan buku pertama berjudul Mahasiswa Hanya Bisa Demo! (Potret Gerakan Mahasiswa Pasca Reformasi). Pada 2012 menerbitkan buku Gerakan Intelektual Mahasiswa; serta buku Perjalanan Politik Indonesia Pasca Reformasi (2019); buku Politik Kesukuan Dalam Pilkada (Tesis Pascasarjana Ilmu Politik UI 2019).

“Kini sedang menyelesaikan naskah buku Sang Macan Asia “Prabowo Subianto” Penyelamat Indonesia; buku panduan Mata Kuliah Dasar Umum PANCASILA Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa; buku panduan Mata Kuliah Dasar Umum KEWARGANEGARAAN Kewarganegaraan, Nasionalisme dan Bela Negara; Buku Panduan Jurnalistik Resensi-Resensi Buku; serta buku ISLAM DI AMERIKA SERIKAT PASCA TRAGEDI WTC,” sebut sulung dari empat bersaudara ini.
Saat ini Andrian menetap di Kota Bogor bersama istri tercinta Hilma Silviani dan buah hati mereka, yakni M. AlBiruni Grote Andriadi dan Asiyah Kholida Jannah Andriadi.
“Serta anak ketiga alhamdulillah putri yang lahir pada 13 Agustus 2019. Namanya Aminah Zahratul Jannah Andriadi,” kata kakanda dari Nining Krisdiyanti Achmad, S.Pdi, Riza Susanti Achmad, S.Sos dan Ridho Nurharis Achmad ini.


Penulis: Jean Freire