Bayi yang dititip itu kini masih dirawat dalam inkubator//firman.sahabatrakyat.com
Bayi yang dititip itu kini masih dirawat dalam inkubator//firman.sahabatrakyat.com

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Hingga kini bayi laki-laki yang sempat dititipkan tiga pria asal Desa Sukaraja, Seluma, kepada warga Desa Sidomukti, Padang Jaya, BU, masih dalam perawatan pihak RSUD Arga Makmur. Kondisinya masih rentan karena lahir prematur.

Kepada sahabatrakyat.com Yano Fiandi, dokter yang merawat si bayi menjelaskan, saat melahirkan, usia kandungan si ibu belum genap sembilan bulan, tapi antara enam sampai delapan bulan. “Paru-paru belum siap. Makanya kita rawat di ikubator bayi. Kami terus berupaya meningkatkan kesehatannya meski potensi bisa bertahan sangat kecil,” ujarnya.

Menurut Noni, perawat yang menangani si bayi, kondisi bayi sempat drop. Beratnya sempat turun dari 1,1 kg menjadi 1,05 kg. “Makanya kita pasang alat bantu pernafasan,” kata dia.

Direktur RSUD Arga Makmur dr Jasmen Silitonga mengatakan, pihak keluarga si bayi belum datang melapor apalagi menjenguk dan menjaga si bayi. “Setelah melihat kemarin (Minggu, 18/9/2016) pagi sampai saat ini (Senin, 19/9/2016) pihak keluarga belum ada yang melihat kembali ke RSUD,” katanya.

Dijaga Polisi
Polsek Padang Jaya telah menugaskan personilnya untuk memastikan si bayi tidak dibawa meninggalkan RSUD Arga Makmur. Pasalnya, kondisi bayi masih sangat rentan. Selain itu, polisi juga masih perlu memastikan kebenaran keterangan yang sudah diberikan pihak-pihak yang mengaku sebagai keluarga si bayi.

“Kami tak mau ada unsur lain. Apalagi sampai terjadi apa-apa. Memang kita sudah mintai keterangan orang yang mengaku sebagai kakek dan paman si bayi. Termasuk ibu si bayi juga sudah dimintai keterangan,” kata Kapolres BU melalui Kasat Reskrim AKP M Jufri SIK.

Jufri menambahkan, sejauh ini beberapa keterangan yang disampaikan sudah didapat klarifikasinya. Misalnya, soal struk pembayaran RSUD M Yunus. “Jadi, persalinannya bukan di M Yunus. Tapi di RS DKT. Tapi karena di DKT tidak lengkap, mereka minta dirujuk ke RSUD M Yunus,” kata Jufri.

Namun setelah masuk RSUD M Yunus, lanjut Jufri, atas permintaan sendiri keluarga si bayi keluar lantaran tak sanggup dengan biaya yang bakal ditanggung. “Lalu si bayi itu dibawa ke rumah ibu Maruya. Kakek si bayi itu sudah sering berobat dengan Maruya. Mereka pikir ibu Maruya bisa menolong si bayi,” kata Jufri.

Penulis: MS Firman

Editor: Jees