
REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com– Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qu’ran (MTQ) XLVII tingkat Kabupaten tahun 2022 di Kabupaten Rejang Lebong sejak Senin (21/02/2022) mulai diperlombakan dengan lokasi kegiatan di Masjid Agung Baitul Makmur Curup.
Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Rejang Lebong Drs. Syamsul Effendi, MM dan dihadiri oleh Sekkab Yuzran Fauzi, kepala Kemenag, sejumlah kepala dinas, para camat, ketua MUI, Ketua TP PKK dan Ketua GOW serta sejumlah majelis taqlim tersebut merupakan kegiatan kepanitian bersama antara Pemkab Rejang Lebong dan Kemenag Rejang Lebong.
Kabag Kesra Setkab Rejang Lebong Herwin Wijaya Kusuma,SE mengatakan MTQ tingkat Kabupaten XLVII ini sifatnya terbatas dan pelaksanaannya selama 6 hari dimulai 21-26 Maret memperlombakan 6 cabang lomba.
“Cabang lombanya adalah Tilawah, Hifzil Qur’an, Khottil Qur’an, Musabaqoh Mukalah Ilmiah Qur’an (MMIQ), cabang Syarhil Qur’an dan Cabang Syarhil Qur’an dengan dewan hakim yang sudah ditetapkan melalui SK Bupati Rejang Lebong,” ujarnya.
Dikatakan Herwin, dewan hakim yang akan melakukan penilaian dalam lomba ini adalah orang-orang yang memang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing dan sudah ditetapkan melalui SK Bupati.
Peserta lomba, lanjut Herwin, berasal dari 15 kecamatan dengan total peserta sebanyak 246 orang. Peserta terbanyak berasal dari Kecamatan Curup Tengah, 44 orang. Lalu Curup Utara 32 orang, Curup Selayan 27 orang, Bermani Ulu Raya 26 orang, Kecamatan Curup 24 orang. Sedangkan yang paling sedikit adalah Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI) hanya 2 orang peserta, sedangkan Kota Padang dan Sindang Beliti Ulu (SBU) sama-sama mengirim 3 orang peserta saja.
Bupati Rejang Lebong Drs. Syamsul Effendi, MM usai membuka pelaksanaan MTQ terbatas tingkat Kabupaten XLVII tahun 2022 menyampaikan harapannya agar Dewan Hakim yang sudah ditetapkan dapat bertindak secara profesional, jujur, adil, dalam melaksanakan tugasnya, sehingga yang terpilih sebagai pemenang adalah yang benar-benar terbaik hingga nanti mampu menjadi kafilah yang akan mewakili Rejang Lebong ditingkat Propinsi.
“Harapan saya yang menjadi pemenang nanti adalah benar-benar yang terbaik dan selanjutnya mampu berkompetisi di tingkat Propinsi bahkan tingkat nasional. Untuk itu juri harus benar-benar profesional menjalankan tugasnya. Jangan pakai budaya lama, tidak ada istilah menang karena ada hubungan, tidak enak dan sebagainya,” tegas Syamsul.
Dilanjutkan Syamsul, MTQ ini sifanya terbatas karena pelaksanannya berlangsung disuasana pandemi, sehingga harus benar-benar memgikuti dan mematuhi protokol kesehatan. Bukan hanya peserta namun juga panitia pelaksana selama kegiatan.
“Selama kegiatan ini berlangsung saya himbau semua baik peserta maupun panitia tetap patuhi protokol kesehatan, MTQ yang kita laksanakan ini sifatnya terbatas karena masih ada kekhawatiran kita terkait pandemi Covid-19, namun tidak mengurangi makna,” ujarnya. (brn)










