
BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Akhir pekan (19/5/2017) lalu, agenda kerja Bupati Bengkulu Utara (BU) terbilang cukup padat. Seharian penuh, orang nomor satu di BU itu menyambangi dua kecamatan untuk merealisasikan program-program pembangunan sekaligus memantau kondisi riil daerahnya.
Kunjungan kerja lapangan itu dilaksanakan bersama dengan jajaran Pemkab BU dan disertai oleh rombongan Lestari Adventure Club (LAC) Bengkulu Utara. Dua kecamatan yang dikunjungi adalah Ulok Kupai dan Napal Putih.

Di Kecamatan Ulok Kupai, Bupati Mian merealisasikan pemberian tambahan penghasilan dan jasa kepada PNS yang bertugas di pelosok atau jauh dari pusat ibukota.
Pada kesempatan itu, Bupati Mian juga meresmikan Aula Serba Guna Desa Bukit Berlian.

Dari Ulok Kupai, rombongan bergerak ke Desa Jabi, Kecamatan Napal Putih, untuk menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan unit sekolah baru SD di sana.
Dari Desa Jabi, kunjungan kerja diteruskan ke Desa Gembung Raya untuk melaksanakan bhakti sosial berupa pelayanan kesehatan, pemberian kelengkapan sekolah bagi anak kurang mampu dan pemberian santunan kepada anak yatim.

Asisten Bidang Umum Setdakab BU, Ramadanus, SE, MM menyampaikan, pemberian tambahan penghasilan dan jasa berdasarkan tempat bertugas adalah untuk semester petama tahun anggaran 2017.
“PTP itu ditujukan bagi para penyelenggara pemerintahan yang bertugas di wilayah Kecamatan Batik Nau, Ketahun, Pinang Raya, Putri Hijau, Ulok Kupai, dan Napal Putih,” jelasnya.
“Sedangkan bagi para penerima yang bertugas di Kecamatan Air Padang dan Enggano akan dibagikan pada Senin (22/5/ 2017) di ruang Bagian Organisasi dan Tatalaksana Setdakab BU dengan pertimbangan jarak tempuh dua kecamatan tersebut lebih dekat ke ibukota kabupaten,” pungkas Ramadanus.

Bupati Mian menyampaikan, kunjungan kerja lapangan yang dilaksanakan itu merupakan upaya Pemkab BU dalam rangka mengentaskan masalah-masalah yang dihadapi daerah.
“Karena ada kata sepakat antara Gubernur dan para Bupati untuk mengentaskan masalah-masalah yang ada seperti masalah kemiskinan masalah terisoliran, masalah tingginya atau kurangnya daya jual dan daya beli masyarakat dan permasalahan pelayanan-pelayanan yang lain,” urainya.

Mian mengatakan, dengan melakukan perjalanan bersama LAC, Pemkab BU juga ingin memetakan persoalan pendidikan, kesehatan dan kondisi infrastruktur yang ada di lapangan.

“Harapannya nanti bersama DPRD kita bisa menyusun anggaran prioritas dalam rangka mengatasi persoalan-persoalan itu,” tandas Mian. (MS Firman/Advertorial)








