
BENGKULU, sahabatrakyat.com– Media massa, baik cetak, elektronik, maupun media daring atau online, punya peran dan pengaruh besar dalam memasyarakatkan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Hal itu dikemukakan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Karyono, M.Hum, dalam sambutannya sebelum pembukaan Penyuluhan Bahasa Bagi Insan Media Massa se-Kota Bengkulu yang digelar Kantor Bahasa bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu, Selasa (17/10/2017) di Kota Bengkulu.
“Untuk ke depannya memang porsi penyuluhan untuk wartawan akan diperbanyak. Karena Bahasa Indonesia untuk dioptimalkan di masyarakat banyak, kuncinya ada di media massa. Kalau media menyajikan bahasa yang tidak sesuai kaidah bahasa yang baik dan benar, nanti masyarakat bisa ikut arusnya ke sana juga,” kata Karyono.
Karena itu, kata Karyono, penting bagi wartawan untuk terus mengasah kemampuan berbahasa Indonesia-nya agar bisa menyampaikan informasi kepada publik dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Ia juga mengharapkan ada masukan dari kalangan wartawan kepada Kantor Bahasa terkait materi penyuluhan agar menjadi lebih menarik dan lebih baik.
“Menarik dalam rangka wartawan ateng (tenang, red) dalam mengikuti pembelajaran dalam ruangan. Ini bisa menjadi masukan bagi penyuluh-penyuluh kami untuk pencerahan kita bersama,” kata Karyono.
Lebih jauh Karyono menilai bahwa selama ini media di Bengkulu sudah menulis dengan cukup baik. Hal itu, kata dia, antara lain ditandai dengan belum adanya kasus hukum terkait penulisan yang menejerat wartawan ke ranah hukum.
“Selama ini media sudah bagus menulis. Tidak timbul efek negatif di masyarakat. Belum ada tulisan-tulisan wartawan yang istilahnya di-meja hijau-kan,” ujar Karyono.
Sebagai lanjutan penyuluhan bahasa, Karyono juga menawarkan kepada insan pers untuk mengikuti uji kelayakan atau kemampuan bahasa. Kantor Bahasa, kata dia, bisa memfasilitasi ujian untuk melihat kemampuan berbahasa wartawan Bengkulu.
“Kami punya alat ukurnya. Jadi ke depan wartawan Bengkulu tidak kalah dengan wartawan yang lain. Karena kuncinya adalah mau belajar. Kalau kita mau kita tidak akan ketinggalan dengan wartawan media nasional seperti Kompas atau Media Indonesia,” kata Karyono.
Penulis: CW5
Editor: JEAN FREIRE









