Main Sabu Pengaruh Kawan, Petani Kopi Disergap Polisi

SA, tersangka narkoba saat digelandang petugas untuk menjalani proses hukum/brn

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com– Satnarkoba Polres Rejang Lebong Kamis, 12 Mei 2022, berhasil mengamankan satu orang petani kopi berinisial SA (32 tahun) warga Desa Karang Baru, Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT).

SA yang saat ini sudah ditahan di sel Mapolres Rejang Lebong tersebut, diketahui memiliki narkoba jenis sabu sebanyak satu paket sedang yang disimpan di dalam kantong celana pelaku.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti pendukung lainnya berupa satu lembar plastik klip bening ukuran sedang, empat lembar plastik klip bening ukuran kecil, satu buah kaca pirek, satu buah skop yang terbuat dari pipet plastik, satu unit HP dan uang tunai sebanyak Rp 883 ribu yang diamankan di rumah pelaku.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Tonny Kurniawan didampingi KBO Satnarkoba IPDA Heryan Efendi dan Kasi Humas IPTU Bertha Anggraeni Ginting kepada wartawan, Jumat, 13 Mei 2022, di Mapolres Rejang Lebong menjelaskan, terungkapnya kasus narkoba yang menjerat petani dengan kebun kopi seluas 3 hektar itu bermula pada Kamis sekitar pukul 11.00 WIB anggota Satnarkoba mendapat informasi masyarakat jika di wilayah Desa Karang Baru ada aktivitas pelaku narkoba.

“Kemudian informasi itu oleh anggota dikembangkan dan didapat identitas pelaku, sekitar pukul 13.45 WIB pelaku berhasil diamankan,”terang Kapolres.

Ditambahkan Heryan, sebelum berhasil diamankan, antara pelaku dengan anggota sempat terjadi kejar-kejaran hingga pergumulan lantaran pelaku sempat berusaha kabur melalui pintu belakang rumahnya saat anggota akan melakukan upaya penggerbekan.

“Jarak rumah pelaku dari jalan itu sekitar 200 meter, saat kita sedang menuju rumahnya, pelaku ini berusaha kabur, namun berhasil diamankan meski sempat kejar-kejaran dan terjadi pergumulan,”tambah Heryan.

Terkait dengan pasal yang dikenakan kepada pelaku, penyidik Satnarkoba Polres Rejang Lebong mengenakan pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 dipidana dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun dan denda paling banyak Rp 8 milyar.

Sementara itu, pelaku AS kepada wartawan mengaku dirinya mulai terlibat dengan narkoba jenis sabu sekitar 5 bulan belakangan. Sabu yang dimilikinya diakuinya berasal dari Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan.

“Baru sekitar 5 bulan ini, pengaruh dari kawan, bukan karena harga kopi murah saya main narkoba, saya mesan dengan kawan di Tebing kemudian diantar,” singkatnya. (brn)