Ungkap Ladang Ganja 1,5 Hektar di Balai Bukit Rejang, Polsek Kota Padang Musnahkan Ratusan Batang Ganja Siap Panen

Personil Polsek Kota Padang saat menemukan ladang ganja di hutan lindung Bukit Balai Rejang, Jumat (08/10/2021)/Foto: rri.co.id

BENGKULU, sahabatrakyat.com– Kawasan hutan lindung Bukit Balai Rejang di wilayah Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, sudah dirambah untuk perkebunan kopi oleh warga. Bahkan di kawasan itu ada warga yang sengaja menanam tanaman ganja. Polisi membongkarnya sebelum pemilik menikmati hasilnya, Jumat (08/10/2021).

Kapolres Rejang Lebong AKBP Puji Prayitno melalui Kapolsek Kota Padang Iptu M Zuhdi, Sabtu (09/10) siang, mengatakan lokasi ladang ganja itu ada di wilayah Pematang Danau atau Hulu Sungai Malas Desa Sukamerindu, Kecamatan Sindang Beliti Ilir, Kabupaten Rejang Lebong.

“Ada sekitar 700 batang ganja setinggi dua meter yang siap panen yang berhasil ditemukan lalu dimusnahkan. Selain itu, kita juga menemukan ganja kering yang siap jual. Termasuk puluhan batang yang siap semai,” kata Zuhdi dilansir rri.co.id, Sabtu (09/10/2021).

Dikatakan Zuhdi, luas ladang ganja di kawasan lindung itu mencapai sekitar 1,5 hektar. Butuh waktu hampir 12 jam bagi anak buahnya untuk sampai ke lokasi tersebut dengan cara berjalan kaki.

Tim sendiri bergerak ke lokasi pada Kamis (08/10) malam sekitar pukul 22.00 WIB dan tiba di lokasi pada Jumat siang sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah mencabut dan mengumpulkannya, ratusan batang ganja itu dimusnahkan dengan cara dibakar bersama pondok yang ada di lokasi ladang.

Sementara untuk sampel barang bukti tanaman ganja sebanyak 35 batang telah diamankan di Polsek Kotapadang. Sedangkan untuk tersangka pemilik ladang ganja dalam penyelidikan. Zuhdi mengatakan pihaknya sudah mengidentifikasi pemilik ladang.

Berdasar hasil olah TKP, pihaknya menduga tanaman ganja itu sengaja ditanam oleh warga yang merambah hutan lindung itu sebagai modal untuk bertani kopi nantinya. Indikasinya, di bawah tanaman ganja yang sudah setinggi dua meter itu, petugas juga menemukan tanaman sela berupa tanaman kopi.

Lebih lanjut Zuhdi mengimbau agar warga petani tidak menanam tanaman jenis Narkoba ganja di ladangnya. Apalagi sudah merambah kawasan hutan lindung. Zuhdi memastikan pihaknya akan terus mengembangkan penyelidikan untuk menghentikan tindakan serupa terjadi di masa mendatang. (**)


Sumber: rri.co.id/RRI Bengkulu