Pulang Sekolah, Siswi SD Dicabuli Bocah 13 Tahun

ilustrasi (tribunnews.com)
ilustrasi (tribunnews.com)

LEBONG, sahabatrakyat.com– Polisi mengamankan seorang bocah yang baru berusia 13 tahun. Sebut saja TSK, warga Kecamatan Lebong Utara. TSK terpaksa dibawa ke kantor Mapolsek Lebong Utara setelah dilaporkan seorang ibu, juga warga Lebong Utara, dengan tuduhan telah memperkosa anaknya, sebut saja KRB (8 tahun).

Peristiwa dugaan kekerasan seksual itu terjadi Selasa (20/9/2016) sekitar pukul 11.00 WIB di areal kebun karet. Saat itu KRB tengah dalam perjalanan pulang dari sekolah bersama dua temannya laki-laki.

Kepada polisi, ibu KRB menuturkan, di tengah perjalanan, langkah putrinya terhenti setelah TSK menghampiri dengan dalih memberi buah jambu. Lalu TSK mengajak KRB ke kebun karet. Namun KRB menolak ajakan TSK.

Karena ditolak, TSK memaksa dengan menarik tangan KRB hingga masuk ke areal kebun karet. Keduanya lalu diikuti dua teman KRB yang sejak semula sudah bareng dari sekolah. Setelah mengancam akan memukul KRB dan dua temannya jika berisik, TSK mencabuli KRB di bawah pohon durian.

Sebelum terkuak, ibu KRB yang bermaksud mencari anaknya, diberitahu orang tua salah seorang teman anaknya yang melihat anak-anak itu berjalan ke arah kebun karet. Si ibu lalu mencari sembari berteriak memanggil nama putrinya.

Panggilan ibu KRB menghentikan aksi TSK. Setelah kembali mengancam KRB dan kedua temannya tadi, TSK lekas-lekas mengambil langkah seribu. Ketiga anak itu akhirnya keluar dari areal kebun tanpa memberi tahu apa yang baru saja terjadi. Si ibu baru curiga dan akhirnya takin anaknya menjadi korban dugaan pemerkosaan setelah tiba di rumah. 

Kapolres Lebong AKBP Zainul Arifin, SE, MH melalui Kapolsek Lebong Utara AKP Pahotan Panjaitan melalui Kanit Reskrim Ipda Kuat Santosa, SH mengungkapkan setelah menerima laporan dan keterangan, pihaknya langsung turun mencari si terduga.

“Saat ini TSK sudah kita amankan di Mapolsek Lebong Utara untuk dimintai keterangan. Dari informasi yang kita dapat, si terduga ini sudah meresahkan masyarakat desa,” ujar Kuat. (cw3)

 

Editor : Jees