Ribuan peserta dari berbagai organisasi pemuda saat malam Seribu Lilin memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-88 tahun 2016 di Arga Makmur, BU/foto firman-sahabatrakyat.com
Ribuan peserta dari berbagai organisasi pemuda saat malam Seribu Lilin memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-88 tahun 2016 di Arga Makmur, BU/foto firman-sahabatrakyat.com

 

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Malam “Seribu Lilin” yang digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-88 tahun 2016 Kabupaten Bengkulu Utara, Sabtu (29/10/2016) malam, diikuti ribuan orang dari berbagai organisasi, suku, ras, agama, dan budaya.

Mereka berkumpul di jantung kota Arga Makmur menggelar orasi, membaca puisi dan juga menyalakan lilin sebagai bentuk refleksi 88 tahun peringatan Sumpah Pemuda.

“Kami di sini merapatkan barisan, bersatu, mempertahankan ideologi bangsa Indonesia dan Pancasila dalam mempertahankan keutuhan NKRI,” ujar Koordinator Aksi Agus Revolusi di lokasi kegiatan.

Dia mengatakan, aksi yang dilakukan di Bundaran Kota Arga Makmur merupakan simbol kehadiran para pemuda yang tidak terpecah dalam hal apa pun.

Agus Revolusi koordinator kegiatan saat dikonfirmasi sahabatrakyat.com, menambahkan, aksi damai ini memang sengaja dilaksanakan di bundaran kota Arga Makmur agar masyarakat tahu pemuda saat ini hidup bersatu, untuk melawan kejahatan korupsi, narkoba, dan tidak terjebak kepentingan politis.

Di kesempatan yang sama, Ketua Karang Taruna Desa Kuro Tidur Ipit Kalamintoena menuturkan, seribu lilin ibarat cahaya yang bisa menyelamatkan bangsa dan negara. “Kalau nyalain satu lilin itu tidak menghasilkan cahaya apa-apa, tetapi kalau seribu lilin akan menghasilkan cahaya yang bisa menyelamatkan bangsa,” kata dia.

Salah satu peserta aksi Lulus Triyono, SP dalam orasinya, mengatakan, walaupun berbeda beda-beda almamaternya tetapi pemuda Kabupaten Bengkulu Utara membuktikan dalam malam Seribu Lilin ini merupakan simbol persatuan dan kegiatan ini tidak ada kepentingan politis.

“Walaupun saya sekarang sebagai Ketua BM PAN, di sini saya tidak membawa almamater saya. Saya adalah pemuda Indonesia,” kata Lulus.

Pantauan sahabatrakyat.com, ratusan pemuda berdiri sambil memegang lilin yang menyala dan membacakan naskah Sumpah Pemuda. Kegiatan berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB dengan mengangkat tema “Kami Pemuda Bukan Sampah Pemuda”.

 

Penulis: MS Firman

Editor : Jees