
BENGKULU- Tim Seleksi Calon Anggota KPU Provinsi Bengkulu Periode 2018-2023 sudah mengumumkan nama-nama yang dinyatakan lulus penelitian administrasi. Berdasar nama-nama yang diumumkan, komposisinya beragam, mulai calon incumbent, komisioner di KPU Kabupaten/Kota. Termasuk belasan kaum perempuan.
Ketua Timsel Calon Anggota KPU Provinsi Bengkulu Dr. Ir. Yulfiperius, M.Si mengatakan, semua peserta seleksi punya peluang yang sama.
“Jadi tidak ada yang diistimewakan. Semua tergantung hasil tes masing-masing peserta. Misalnya sistem CAT ini kan yang pertama kali. Nilainya langsung tayang di monitor,” kata Rektor Universitas Hazairin (Unihaz) itu, Kamis (1/3/2018) di Bengkulu.
Yulfiperius menegaskan, dalam proses rekrutmen calon anggota KPU Provinsi Bengkulu kali ini pihaknya hanya akan mengacu kepada UU dan aturan yang ditetapkan oleh KPU.
Menurut dia, bagus atau tidaknya kinerja KPU Provinsi Bengkulu ke depan akan ditentukan oleh hasil kinerja Timsel. “Timsel titik awal supaya KPU bisa bekerja dengan baik, bagus,” sebutnya.
Karena itu, Yulfiperius mengaku sudah mengingatkan rekan-rekannya sesama anggota timsel agar mengedepankan integritas, menjaga nama baik.
“Alhamdulliah Timsel kompak, kolektif kolegial, semua hal didudukkan bersama agar berjalan dengan baik, ikuti aturan yag ada agar tidak menjadi beban kerja setelah bubar nanti,” kata jebolan doktoral IPB tahun 2006 itu.
Disinggung soal kriteria calon komisioner, Yulfiperius menegaskan syarat integritas menjadi prinsipnya.
“Yang penting jujur. Berintegritas. Banyak yang pintar tapi belum tentu jujur. Kejujuran itu dimulai dari diri pribadi lalu kinerjanya nanti mengikuti,” katanya.
Soal kejujuran itu, jelas dia, akan digali saat tahapan wawancara. Sumber wawancara adalah riwayat hidup dan makalah yang disusun oleh peserta.
Timsel juga akan menguji kebenaran yang bersumber dari masukan atau tanggapan dari masyarakat yang sudah diterima oleh Timsel.
“Jadi kalau ada peserta seleksi yg integritasnya cacat, ya tidak ada tawar-menawar. Kalau lulus justru yang akan dipertanyakan nanti timsel-nya. Jadi kita ekstrim soal itu,” tegas Yulfiperius.
“Timsel akan melihat dan menguji kemampuan peserta dari makalah yang dibuat. Dari situ kan bisa dilihat sejauh mana mereka paham soal kepemiluan. Sejauh mana penguasaan tugas, itu akan dilihat saat wawancara,” tandasnya.
Editor: Jean Freire
Sumber: rri.co.id








