
BOGOR– Jumlah lulusan SMA yang berminat kuliah di bidang pertanian di perguruan tinggi terus menurun, terutama di kampus-kampus yang ada di daerah. Berkurangnya minat masuk kampus pertanian itu seperti dikutip dari ANTARA News, terjadi dalam kurun 10 tahun terakhir.
Kondisi itu membuat prihatin Dewan Guru Besar IPB. Rabu (31/82016) lalu mereka menggelar forum diskusi grup guna membahas bagaimana cara mengembangkan perguruan tinggi pertanian ke depan. Termasuk merancang pendidikan pertanian yang lebih baik sehingga meningkatkan minat lulusan SMA masuk jurusan pertanian.
Ketua Komisi A Dewan Guru Besar IPB Prof Priyarso mengemukakan, masalah pertanian menjadi hidup matinya bangsa. Jika persoalan kian berkurangnya mahasiswa pertanian itu dibiarkan, maka tantangan bangsa ini makin berat. Sebab sumber daya manusia yang mau bekerja di sektor pertanian juga terbatas.
Sekretaris Dewan Guru Besar IPB Prof Evy Damayanti menyebutkan, dewan guru besar IPB bersepakat untuk merumuskan bagaimana membuat sektor pertanian memiliki daya tarik tinggi dengan merumuskan skema isentif, supaya pertanian menjadi menarik bagi lulusan SMA.
Pemerintah, lanjut Evy, sudah saatnya memikirkan politik kebijakan pertanian, agar sektor pertanian tidak semakin ditinggalkan. Mendorong berdirinya sekolah kejuruan pertanian, sehingga menghasilkan lulusan yang bergerak di sektor pertanian.
Editor: Jees








